Berita Daerah

Jasad Wulandari Ditemukan di Desa Serigeni Lama

302
×

Jasad Wulandari Ditemukan di Desa Serigeni Lama

Sebarkan artikel ini
IMG-20180324-WA0004
pemkab muba pemkab muba

Jasad Wulandari Ditemukan di Desa Serigeni Lama Ogan Komering Ilir I Setelah melakukan penyisiran selama dua hari di sungai komering. Akhirnya, jasad Wulandari (18) warga Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, yang hilang terbawa arus sejak Kamis (22/3/2018) lalu berhasil ditemukan.

Keluarga korban yang sebelumnya dibantu oleh tim SAR Palembang dan BPBD Kabupaten OKI melakukan penyisiran dari lokasi kejadian menuju ke arah utara mengikuti arah arus sejauh 2 NM ( 3.7 KM )  lokasi yang dicurigai namun hingga pukul 18.00WIB hasilnya masih nihil sehingga tim sar memutuskan menghentikan pencarian dan dilanjutkan kembali esok hari.

Namun, pihak keluarga korban masih terus melakukan hingga malam hari. Meski berbekal peralatan seadanya, akhirnya keluarga berhasil menemukan jasad korban yang mengapung di sungai komering tepatnya di Desa Srigeni Lama, Kecamatan Kayuagung Jumat Malam sekitar pukul 21.00WIB.

Paman korban Imam Royani mengaku, ia dan tujuh orang lainnya terus melakukan penyisiran di Sungai Komering hingga ke Desa Srigeni menggunakan ketek. “Lebih kurang pukul 21.00 WIB, jasad timbul tenggelam mengapung di sungai,” kenangnya.

Ahmad warga sekitar mengatakan, saat dibawa ke tepi sungai, kondisi korban  sudah cukup mengembang karena cukup lama terendam dan kaki penuh dengan lumpur. “Tadi keluarga yang menemukannya hanya menggunakan senter,”imbuhnya.

Kepala Desa Srigeni Lama, Taufik Saat dikonfirmasi membenarkan adanya penemuan Jasad Wulandari yang tenggelam dari Kelurahan Kedaton dan ditemukan di Desa Serigeni lama.

“Memang ada pihak keluarga korban bersama warga yang melakukan pencarian, pada saat ditemukan korban terhanyut dalam kondisi timbul tenggelam di dalam air,” kata Kades.

Tidak lama setelah ditemukan Tim Basarnas dan BPBD OKI langsung menuju lokasi untuk membawa jasad korban ke rumah duka.

Kepala BPBD OKI, Listiadi Martin MM bersyukur jasad korban sudah ditemukan. Karena berbagai upaya sudah dilakukan oleh tim BPBD, Basarnas OKI, Polsek OKI dan warga untuk mencari jasad korban.

Dari pantauan di rumah korban, terpasang satu unit tenda dan puluhan kursi plastik yang berjejer dibawa tenda. Keluarga dan warga terus berdatangan untuk mengucapkan bela sungkawa. Ibu korban pun tidak bisa ditemui karena pingsan.

Kakek korban, Selamet (65) mengaku, tidak memiliki firasat cucu pertamanya ini akan pergi selamanya. Karena pagi  Kamis (22/3) ia dan korban masih menyadap karet.” Kami juga pergi ke kantor Lurah Kedaton mengurus e-KTP,”kenangnya.

Biasanya setiap akan pergi Wulan selalu ingin ditemani. Tapi pada hari na’as itu ia tidak pamit untuk mencuci motor dan main air di pinggir Sungai Komering. Tiba-tiba tiba dapat kabar cucunya tenggelam.

Masih kata dia, tidak ada firasat apapun dengan kepergian Wulan, hanya saja ibu korban tiga hari lalu mendapat mimpi dibisikkan Wulan dalam mimpi korban mengatakan “jangan fikirkan Wulan bu”.

Diketahui Gadis yang diketahui bernama Wulan (18) warga Kelurahan Kedaton, Kecamatan Kayuagung, Kecamatan Kayuagung, hanyut terbawa arus sungai karena tidak bisa berenang. Kejadian tersebut bemula, saat korban sedang mandi di pinggir sungai, tepatnya di dekat Ponpes Fisabilillah Kayuagung. Korban terpeleset langsung terbawa arus Sungai yang deras.

Sebenarnya, peristiwa tenggelamnya korban disaksikan temannya yang sedang mencuci motor. Namun sayang, rekannya ini tidak dapat berbuat apa-apa untuk menyelamatkan korban, sebab kondisi arus sungai Komering sangat deras.

Masyarakat bersama tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKI, langsung melakukan pencarian.(Romi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *