Simpangrimba | Komisi III DPRD Kabupaten Bangka Selatan (Basel) pimpinan H Surianto melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) ke sejumlah kegiatan fisik yang masih dalam tahap dan selesai dikerjakan di Kecamatan Simpangrimba, Sabtu (16/11)
Sejumlah kegiatan fisik yang ditinjau oleh wakil rakyat Junjung Besaoh tersebut ialah pembangunan saranan dan prasarana pengaman pantai di Desa Bangka Kota senilai Rp 747.048.000. Dikerjakan oleh CV Bangka Abadi Konstruksi dari dana APBD.
Kemudian rehabilitasi dan pemeliharaan jalan Simpangrimba-Munggu Bangka Kota senilai Rp 2.872.879.000 yang dikerjakan oleh CV Lian Jaya dari Daba provinsi. Dan peningkatan struktur dan pelebaran jalan Simpangrimba-Sebagin.
Kegiatan yang didanai dari APBD Basel TA 2019 itu menghabiskan anggaran senilai Rp 2.472.115.000. Dan terakhir peningkatan jalan di Dusun III Desa Rajik. Kunker tersebut merupakan wujud kerja DPRD dalam fungsi pengawasan.
“Kalau dilihat dari kondisi lapangan, hasil pekerjaan sudah bagus dan sesuai dengan jadwal. Meskipun ada sisa-sisa pekerjaan yang semestinya dibersihkan. Makanya ini menjadi catatan untuk ditindaklanjuti,” ujar Ketua Komisi III DPRD Basel H Surianto.
Pantauan dilapangan warga Dusun III Desa Rajik mengapresiasi pemda atas peningkatan di sana. Bahkan, beberapa warga yang kala itu sedang berada di depan kediamannya sempat mengucapkan terima kasih kepada para legislator.
“Memang sebelumnya jalan ini sudah rusak dan susah di lewati. Warga juga sempat meminta pengadaan sumur bor karena terjadi kekeringan air di musim kemarau. Dan ini menjadi catatan buat kami untuk dibahas di komisi,” timpal Wakil Ketua Komisi Wendy.
Wendy menambahkan pemerintah sudah berupaya membangun dan memperbaiki akses jalan yang rusak agar bisa dilalui oleh masyarakat dengan lancar. Dirinya berharap jalan ini bisa dijaga dan diawasi bersama oleh masyarakat.
“Karena rusaknya akses jalan kebanyakan dilalui oleh kendaraan yang bermuatan lebih dan tidak sesuai tonase. Maka dari itu nanti komisi tiga akan mengadakan rapat kerja dengan bagian perhubungan untuk mencari solusi mengenai hal ini,” tambah dia.
Karena ditambahkan H Surianto, sangat disayangkan jalan yang sudah dibangun dengan anggaran yang besar, akan tetapi dengan waktu tidak lama kembali rusak akibat oleh kendaraan yang bermuatan lebih dari kapasitas jalan.
Sekretaris Komisi III Herwandi mengatakan suburnya rumput ilalang yang tumbuh di bahu jalan di sejumlah titik di kecamatan harus menjadi perhatian pihak pemda. Dia meminta pemkab melalui instansi terkait dapat segera melakukan kegiatan clearing.
“Kami meminta agar clearing lebih diprioritaskan terlebih dahulu apalagi di jalan tikungan. Karena hal ini membuat jalan menjadi lebih sempit dan dapat membahayakan kendaraan yang melalui jalan,” kata dia.
Anggota Komisi III dari Partai PAN Toni juga meminta pekerjaan fisik apapun harus sesuai dengan spesifikasi, jangan dikerjakan asal sehingga hasilnya bisa bertahan lama. Jangan sampai proyek baru dibangun, tidak berapa lama sudah di rehabilitasi lagi. (devi dwi putra)













