LUBUKLINGGAU I Menjadi seorang guru yang mampu menelurkan generasi penerus yang cerdas dan berkualitas tak menjamin kesejahteraan sang pahlawan tanpa tanda jasa. Seperti yang dialami Slamet, Kakek 72 tahun ini yang juga mantan Guru SMA Muhammadiyah 1 Kota Lubuk Linggau ini rela menghabiskan masa tuanya di rumah kumuh yang jauh dari kata layak. Bahkan rumah yang dihuni Slamet dan keluarganya ini berada dekat dengan jurang sehingga bencana longsor pun sewaktu-waktu bisa menimpanya.
Kisah sang mantan guru yang sudah mengabdikan dirinya sebagai tenaga pendidik sejak usia 20 tahun ini sempat menjadi viral dimedia sosial (Medsos), usai sejumlah Alumni SMA Muhammadiyah 1 dan Organisasi Linggau Berbagi (LB) membagikan sejumlah foto kondisi rumah mantan guru tersebut.
Foto yang diunggah sejak Minggu (23/10) tersebut, memancing berbagai respon warga. Bahkan, Alumnus dimana tempat pak Slamet mengajar dulunya pun, kini telah menggelar penggalangan dana, guna membantu agar dapat memperbaiki rumah tersebut.
“Sudah hampir Rp 3 jutaan yang terkumpul. Itu dari alumni-alumni saja. Kami kan siswa-siswinya, jadi tergerak untuk membantu,” ungkap Citra, Koordinator Alumni.
Dari foto yang telah tersebar, rumah milik pak Slamet memang kontras dengan berbagai bangunan megah yang tak jauh dari kediamannya, seperti yang terdekat yakni Pembangunan Masjid Agung As-salam yang gencar dibangun oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau dalam beberapa tahun terakhir.
“Kami juga sudah mengumpulkan hampir Rp 3 jutaan. Rencananya, dalam waktu dekat dana yang terkumpul akan segera kami serahkan,” ungkap Koordinator Linggau Berbagi (LB), Heppy Tri Putra, saat dihubungi, Selasa (25/10).
Ia berharap, warga Kota Lubuklinggau dapat menjadi dermawan dengan bergabung, untuk memberikan donasi yang siap dijemput oleh Tim Linggau Berbagi.
“Kita siapkan no telpon jika memang ingin memberikan donasi, yakni di 0821 8338 5858,” kata dia.
Ia menjelaskan, kondisi rumah pak Slamet memang dirasa harus segera diperbaiki, karena selain bahan bangunan yang didominasi kayu, posisi rumah juga rentan sekali terkena longsor, karena berada dekat dengan jurang yang cukup curam. “Dikhawatirkan, saat hujan atau angin kencang bisa roboh,” ungkapnya. (Muliyadi)
