Acara adu program berupa visi dan misi masing-masing paslon yakni nomor urut 1 calon Bupati petahana Iskandar SE-Djakfar Shodiq (ISO), lalu paslon nomor 2 Abdiyanto Fikri SH-Made Indrawan SH MT (ADE) dan terakhir paslon nomor 3 Azhari Effendi-Qomarus Zaman (AQOR) ini sendiri mengambil tema “Mewujudkan Pemerintahan Yang Baik Melalui Pelayanan Publik”.
Ajang adu Program berupa Visi dan Misi antar kandidat calon pemimpin Bumi Bende Seguguk 5 tahun kedepan ini menampilkan presenter News Program TvOne Kabar Petang Cacha Anisa sebagai moderator dalam acara yang akan disiarkan ulang kembali oleh televisi swasta Pal TV. KPU melakukan Pematangan penyelenggaraan debat publik dengan melaksanakan Gladi Bersih yang dihadiri ketiga paslon kecuali calon Bupati Iskandar SE yang diwakili oleh Budiman Senin (26/3/2018).
Salah satu calon wakil Bupati OKI HM Djakfar Shodiq menyatakan dirinya beserta Calon Bupati Iskandar SE sudah memahami materi Menurutnya, tidak ada persiapan khusus, karena memang program unggulan ISO sesuai dengan tema debat publik tentang pelayanan publik yang prima.
“Materi debat nanti spontan saja,” kata mantan anggota DPRD OKI ini.
Senada, Calon Bupati OKI Abdiyanto mengaku tidak ada persiapan khusus dalam debat publik, menurutnya komitmen Ade memang meningkatkan pelayanan publik.
“Sepertinya, Kita tidak terlalu memiliki persiapan khusus karena komitmen untuk memperbaiki peningkatan pelayanan publik,” terangnya.
Sementara itu, Calon Bupati Azhari Effendi mengungkapkan hal yang sama dengan kedua paslon. Menurut Azhari visi dan misi merupakan jawaban dari pelayanan publik.
“Ya Visi dan Misi dipersiapkan, tidak ada persiapan khusus, materinya sama dengan visi dan misi Kami,” ujarnya
Selain itu, ketiga orang panelis juga dihadirkan dalam acara “Head to Head” penyampaian masing-masing program kandidat ke masyarakat luas, termasuk juga interaksi antar kandidat berupa pertanyaan, informasi, atau klarifikasi atas suatu persoalan.
Keberadaan panelis dalam debat, bisa dikatakan sebagai pendalaman materi atas suatu persoalan tertentu, atau diyakini juga merupakan salah satu barometer dalam identifikasi tingkat intelektualitas, wawasan, serta pemecahan masalah dari ketiga paslon.
Sosok panelis merupakan figur yang tidak asing lagi dalam penyelenggaraan pemilu dan percaturan politik di Sumatera Selatan. Diketahui juga, selain berasal dari akademisi, Prof dr Abdulah Idi MED dan dr Andries Lionardo SE M.Si pernah menjadi Ketua dan anggota Tim Seleksi Panwaslu untuk 5 Kabupaten yang menggelar Pilkada tahun 2015 yang lalu, sedangkan dr Markoni Badri merupakan seorang pakar Marketing Politik.
Ketua KPU OKI Dedi Irawan SIP mengatakan debat kandidat diatur dalam PKPU Nomor 4/2017 tentang kampanye. Terkait persiapan debat publik ini sendiri tinggal penyempurnaan “Insya Allah debat publik berjalan lancar dan tertib,” ujarnya menjawab pertanyaan awak media di sela-sela kegiatan Bimtek.
Sekretaris DPRD Hj Nila Utami menyatakan pihaknya juga berpartisipasi dalam kelengkapan berupa sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam acara debat publik ini. Nila juga mengungkapkan kesiapan perangkat Sekretariat DPRD untuk menyukseskan perhelatan ini.
“Segala sesuatu mengenai teknisnya ada di KPU, Kita hanya mengakomodir acara ini sesuai dengan yang dibutuhkan,” jelasnya.
Sementara itu, menurut jadwal yang diterima awak media, rangkaian acara debat ini terbagi beberapa sesi yakni sesi debat I penyampaian visi dan misi, lalu sesi debat II penajaman visi dan misi yang memberikan ruang bagi panelis untuk memberikan pertanyaan kepada paslon sesuai dengan nomor urut, kemudian sesi debat III paslon diberikan kesempatan untuk saling memberikan pertanyaan antar paslon. Debat publik ini diakhiri dengan pernyataan masing-masing paslon dengan pertanyaan “Kenapa warga OKI harus memilih anda ? yang merupakan akhir dari gelar program debat publik.
Pengamanan dari kegiatan ini diturunkan 400 petugas keamanan yang terdiri Polres OKI, Kodim 0402 OKI-OI, Pol-PP, serta Dishub OKI.
Untuk gedung paripurna yang akan digunakan besok terlihat beberapa persiapan antara lain layar lebar yang akan dipakai sebagai sarana multimedia, serta persiapan gladi resik.
Terpisah, moderator debat publik Chaca Annisa mengaku dirinya akan bersikap netral dengan tidak memihak kepada salah satu paslon, dirinya menghimbau kepada pendukung paslon untuk bersama dapat menjaga ketertiban, “Insya Allah Saya akan bersikap netral sebagai moderator,” pungkasnya (Romi)
