OKI Maju Bersama

Hujan Bantu Pemadaman Karhutla di OKI, Satgas Lanjutkan Pendinginan

12

OKI – Hujan yang turun selama tiga hari berturut-turut membantu menekan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan. Meski jumlah titik panas menurun drastis, satuan tugas (satgas) masih melanjutkan pendinginan disejumlah lokasi bekas kebakaran yang mengeluarkan asap untuk mencegah api kembali menyala.

Bupati OKI H. Muchendi Mahzareki mengatakan, hujan membantu mengurangi kebakaran. Namun, kondisi di lapangan belum sepenuhnya aman karena masih ditemukan sejumlah area yang mengeluarkan asap.

“Hotspot dan firespot terus menurun. Namun, upaya pendinginan tetap dilakukan karena masih ada beberapa area yang berasap,” kata Muchendi saat meninjau lokasi kebakaran di Desa Ulak Kedondong, Kecamatan Cengal, Selasa (27/10/2026).

Berdasarkan data pemantauan, jumlah titik panas (hotspot) di OKI turun drastis dari 751 titik pada 24 Oktober menjadi 26 titik pada 26 Oktober. Jumlah tersebut kembali menurun menjadi 21 titik pada 27 Oktober, sebelum naik tipis menjadi 24 titik pada 28 Oktober.

Muchendi mengatakan, berdasarkan pemantauan terakhir, titik panas masih terdeteksi di Desa Pelimbangan dan Ulak Kedondong. Karena itu, ia meminta seluruh personel tetap siaga meskipun hujan telah membantu proses pemadaman.

Ia juga meminta kepala desa ikut memantau penanganan karhutla di wilayah masing-masing. Menurutnya, kehadiran kepala desa penting untuk memastikan upaya penanganan berjalan optimal sekaligus memberikan dukungan moral kepada petugas dan relawan.

“Kepala desa harus tetap siaga menjaga wilayahnya. Tidak harus memegang selang, tetapi kehadiran pemimpin tentu memberi semangat kepada petugas dan relawan yang memadamkan api,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) OKI Pratama Suryadi mengatakan, penanganan karhutla tetap dilanjutkan meskipun hujan membantu proses pemadaman.

Sebanyak 10 posko disiagakan disejumlah wilayah rawan untuk mendukung pemantauan, pencegahan, dan penanganan kebakaran. Posko tersebut berada di Desa Jungkal Kecamatan Pampangan, Gerbang Tol 347 Jejawi, Gerbang Tol Celikah, Kantor BPBD OKI, Desa Kayu Labu Kecamatan Pedamaran Timur, Desa Sungai Bungin Kecamatan Pangkalan Lampam, Desa Pulau Beruang Kecamatan Tulung Selapan, Desa Talang Rimba dan Desa Ulak Kedondong Kecamatan Cengal, serta Desa Bumi Pratama Mandira Kecamatan Sungai Menang.

Pratama menambahkan, sekitar 810 personel gabungan dikerahkan untuk mendukung penanganan karhutla. Mereka berasal dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD, regu pemadam kebakaran perusahaan, serta Kelompok Tani Peduli Api (KTPA). Upaya tersebut juga didukung sekitar 2.140 anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) yang tersebar di 102 desa rawan karhutla.

Menurut Pratama, hujan belum menjamin seluruh titik kebakaran benar-benar padam. Jika hujan tidak turun selama beberapa hari, sisa bara api, terutama di lahan gambut, berpotensi kembali menyala.

“Kalau dua sampai tiga hari tidak ada hujan, kemungkinan api bisa menyala lagi,” katanya.

Untuk mengantisipasi kebakaran berulang, petugas melanjutkan pembuatan sekat bakar di area yang berpotensi mengalami penjalaran api. Pemeriksaan berkala juga dilakukan di lahan bekas terbakar, terutama pada titik-titik yang masih mengeluarkan asap.

Pratama menjelaskan, kemunculan asap perlu diperiksa secara langsung untuk memastikan masih ada atau tidaknya bara api yang berpotensi memicu kebakaran kembali.

“Petugas tetap rutin mengecek area bekas terbakar untuk memastikan api benar-benar padam,” ujarnya. (*)

Exit mobile version