Berita Daerah

Galian Tanjung Senai Makan Korban, Dua Pelajar Tewas

439
pelajar-tewas
Disinyalir tak bisa berenang Dua pelajar SMA 18 Palembang Tewas dilokasi galian tanjung senai Inderalaya.

INDERALAYA I Dua pelajar SMA Negeri 18 Palembang yakni Andri (18), dan Raka (18), tewas tenggelam di lokasi galian di Tanjung Senai, Kecamatan Inderalaya Kabupaten Ogan Ilir (OI), sekitar pukul 12.30 WIB, Selasa (19/4/2016).

Kedua pelajar yang tercatat sebagai warga Kenten Permai Perumnas Palembang tersebut disinyalir tidak bisa berenang hingga menyebabkan keduanya tewas tenggelam.

Informasi dihimpun dilapangankedua korban bersama 5 rekannya yang juga dari Palembang yakni Purnama, Citra, Bintang, Nopersa dan Adit sengaja datang ke Tanjung Senai dari Palembang hanya sekedar jalan-jalan.

Dengan menggunakan empat sepeda motor, ketujuh pelajar tersebut menikmati keindahan alam yang ada di Tanjung Senai. Entah mengapa, kedua korban memisahkan diri dan langsung berenang di sebuah galian Tanjung Senai.

Satu dari dua korban berteriak minta tolong dan mengundang rekan-rekannya dan warga yang saat itu tengah asyik memancing. Warga langsung menghubungi anggota polisi, Markas Brimobda Polda Sumsel yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian.

Anggota Brimobda Polda Sumsel dibantu petugas BPBD OI terjun langsung ke sebuah galian yang memiliki kedalaman sekitar 10 meter itu. Satu jam berlangsung dilakukan pencarian, akhirnya petugas menemukan tubuh Andri sudah tidak bernyawa lagi.

Berselang 30menit kemudian, petugas kembali menemukan jasad korban Raka yang berada tidak jauh dilokasi penemuan jasad Andri. Akhirnya kedua korban langsung dibawa ke RSUD OI dan dilanjutkan ke RSUD Bari Palembang.

Salah satu rekan korban, Citra (17), mengaku kalau dirinya bersama ke enam rekannya menggunakan empat sepeda motor menuju ke Tanjung Senai OI hanya untuk jalan-jalan saja.

“Kami tidak tahu pak kalau Andri dan Raka itu berenang. Tiba-tiba saja korban berteriak tenggelam dan teman kami Purnama mencoba untuk menolongnya tapi tidak bisa,” kata Citra sembari menangis di RSUD OI.

Sementara itu, Kapolres OI AKBP Denny Yono Putro melalui Kapolsek Inderalaya AKP Makmun Arrasyid menyatakan didalam tubuh kedua korban tidak ada luka akibat penganiayaan dan diduga kuat kedua korban tewas tenggelam.

“Untuk lima rekannya masih kita mintai keterangan. Mereka datang ke Tanjung Senai dari Palembang hanya untuk jalan-jalan,”kata Kapolsek. (ST)

Exit mobile version