OKI – Perjalanan dari pusat Kota Kayuagung menuju Kecamatan Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, dahulu menjadi perjuangan berat bagi warga. Saat musim hujan, ruas jalan utama berubah menjadi kubangan lumpur tebal yang kerap menjebak kendaraan hingga nyaris terbenam.
Pengalaman pahit itu masih membekas dalam ingatan Faisal, warga Dusun Rimba Naning, saat ditemui pada Selasa (27/10/2026).
Rimba Naning merupakan salah satu titik dengan kerusakan terparah di jalur menuju Cengal yang kerap viral di media sosial. Faisal menuturkan, kendaraan roda empat harus berjibaku melewati lubang jalan dengan kedalaman mencapai satu meter.
“Truk yang melintas di titik tersebut bodinya tinggal separuh yang terlihat di jalan karena dalamnya lubang,” kenang Faisal.
Kerusakan parah tersebut tidak hanya memperpanjang waktu tempuh dari sekitar tiga jam menjadi lebih dari lima jam, tetapi juga meningkatkan biaya angkut hasil pertanian. Kondisi ini turut menekan perekonomian petani dan masyarakat pedesaan di wilayah timur Kabupaten OKI.
Padahal, jalan poros Kayuagung–Cengal memiliki peran strategis sebagai penghubung pusat pemerintahan kabupaten dengan sejumlah wilayah, termasuk Kecamatan Pedamaran Timur, Sungai Menang, dan Cengal. Infrastruktur jalan yang memadai menjadi kebutuhan penting untuk menunjang mobilitas warga, memperlancar distribusi barang, serta mendorong pemerataan ekonomi.
Kini, kondisi tersebut perlahan mulai berubah. Di bawah kepemimpinan Bupati OKI H. Muchendi, perbaikan dan peningkatan kualitas jalan poros menuju Cengal terus dipacu melalui optimalisasi sinergi pendanaan dengan pemerintah pusat. Langkah ini dilakukan untuk mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Pemerintah Kabupaten OKI mengoptimalkan sejumlah skema pendanaan, di antaranya Dana Alokasi Khusus (DAK), program Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), serta Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit.
Berdasarkan data Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) OKI, peningkatan jalan menuju Kecamatan Cengal terus direalisasikan secara bertahap. Ruas Talang Jaya–Sungai Menang sepanjang 2,026 kilometer telah selesai dikerjakan melalui alokasi DAK Tahun Anggaran 2026.
Capaian tersebut menyusul penyelesaian ruas Sumber Hidup–Kayulabu sepanjang 10,382 kilometer yang sebelumnya dituntaskan melalui program IJD 2025.
Sementara itu, peningkatan ruas Kayulabu–Talang Jaya melalui program IJD 2026 saat ini memasuki tahap tender. Di jalur yang sama, pekerjaan fisik pada ruas Rimba Nanjung juga tengah berlangsung dengan memanfaatkan alokasi DBH Sawit 2026.
Bupati OKI Muchendi Mahzareki menegaskan, peningkatan jalan poros bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya mendasar untuk menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat sekaligus membuka keterisolasian wilayah.
“Di tengah keterbatasan anggaran daerah, kita terus mengoptimalkan dukungan pemerintah pusat untuk mempercepat peningkatan kualitas jalan. Ruas yang sudah selesai direalisasikan menjadi bagian dari upaya memperbaiki akses masyarakat, sedangkan penanganan ruas lainnya terus kita dorong sesuai tahapan pelaksanaannya,” ujar Muchendi.
Menurutnya, konektivitas yang semakin baik akan berdampak langsung pada efisiensi waktu tempuh dan penurunan biaya logistik. Hasil panen petani diharapkan dapat didistribusikan lebih cepat ke pasar, sementara akses masyarakat menuju pusat pelayanan publik dan fasilitas kesehatan menjadi semakin mudah.
“Target kita, konektivitas antarwilayah semakin baik sehingga masyarakat lebih mudah beraktivitas dan kegiatan ekonomi semakin lancar. Pembangunan jalan harus memberikan manfaat nyata bagi warga dan mendukung pemerataan pembangunan di Kabupaten OKI,” tegasnya.
Bagi warga yang dahulu harus berjibaku melewati jalan berlumpur, perbaikan infrastruktur secara bertahap ini menjadi harapan baru. Jalan yang layak tidak sekadar menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga menjadi jalur penting untuk menggerakkan perekonomian, memperluas akses pelayanan dasar, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pelosok Kabupaten OKI. (*)
