KAYUAGUNG I Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (DPMPD) terus menggenjot kuantitas desa segera membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Berdasarkan data dimiliki, tercatat baru sekitar 30-an desa yang telah memiliki BUMDes.
“Dari 314 desa di 18 kecamatan dalam Kabupaten OKI, ternyata BUMDes sudah terbentuk disejumlah kecamatan diantaranya Kecamatan Mesuji ada 14 desa, Mesuji Makmur ada 15 desa. Tapi secara lisan ada juga di kecamatan lain yang mengklaim telah membentuk BUMDes. Kita sudah surati tiap desa untuk segera membentuk BUMDes karena banyak keuntungannya,” kata Plh Sekretaris BPMPD, Suhaimi, Senin (27/2).
Menurut dia, rata-rata desa yang telah memiliki BUMDes telah memiliki usaha baik itu usaha sarana produksi padi, pinjaman lunak untuk modal usaha, tenda kursi dan lainnya.
Keberadaan BUMDes ini, kata dia, dibawah naungan dan tanggungjawab kades. Dalam hal pengelolaan diserahkan sepenuhnya ke kades dengan melibatkan masyarakat setempat.
“Dana desa dapat dijadikan sebagai penyertaan modal untuk menggerakkan BUMDes. BUMDes ini sangat berbeda dengan koperasi karena BUMDes adalah milik desa,” tuturnya.
Dia mengklaim adanya BUMDes ini sangat membantu desa sendiri menginggat saat ini desa sudah terlalu banyak memiliki aset, namun aset itu tidak diinventarisir.
Dengan adanya BUMDes, desa bisa mengelola usahanya sendiri, paling kecil bisa mengelola sampah, tenda, kursi dan usaha lainnya.
Dia menargetkan hibgga tutup buku 2017 semua desa yang ada di OKI telah membentuk BUMDes. Bahkan pihaknya telah mengimbau seluruh kades segera membentuk BUMDes.
“BUMDes sebagai salah satu syarat disalurkannya bantuan pemerintah pusat sehingga bagi desa yang belum memiliki BUMDes akan terhambat bantuan yang disalurkan pusat,” kata Suhaimi seraya menyatakan adapun kelemahan yang dimiliki tiap desa sehingga BUMDes belum terbentuk yakni lemahnya SDM dalam memaksimalkan BUMDes, belum terangkumnya aset desa dan lainnya.(Romi)
