Lahat

Dorong Petani Tingkatkan Produksi

22

Lahat- Wakil Bupati Lahat Widia Ningsih, S.H., M.H., menegaskan pentingnya keberadaan infrastruktur irigasi dalam menunjang aktivitas dan produktivitas pertanian masyarakat. Hal itu disampaikannya saat menghadiri silaturahmi dan syukuran atas selesainya pembangunan rehabilitasi bendungan di Desa Padang, Kecamatan Merapi Selatan, Jumat (15/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Widia mengatakan pembangunan infrastruktur pertanian menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kebutuhan masyarakat, khususnya para petani yang selama ini bergantung pada ketersediaan air untuk menggarap lahan persawahan.

“Program kita di Kabupaten Lahat tentunya sangat banyak. Sebelum diresmikan, saya sudah melihat langsung pembangunan ini. Tentunya pembangunan harus sesuai dengan kualitas yang diharapkan,” ujar Widia.

Menurutnya, keberadaan irigasi tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut keberlangsungan kehidupan masyarakat. Dengan kembali berfungsinya bendungan, lahan persawahan yang sebelumnya kesulitan mendapatkan pasokan air kini dapat kembali dimanfaatkan.

“Irigasi ini sangat penting untuk menghidupi masyarakat dan tentunya sangat bermanfaat. Tetapi jangan hanya membangun, setelah itu harus kita rawat bersama,” katanya.

Widia mengingatkan masyarakat agar turut menjaga fasilitas irigasi yang telah dibangun pemerintah. Menurutnya, perawatan secara bersama diperlukan agar infrastruktur tersebut dapat bertahan lebih lama dan manfaatnya terus dirasakan oleh masyarakat.

“Bagaimana agar pembangunan ini bisa bertahan, lebih awet dan tahan lama, tentunya harus dirawat bersama-sama,” tegasnya.

Ia menyebut, kerusakan bendungan sebelumnya membuat masyarakat tidak dapat mengoptimalkan lahan persawahan selama kurang lebih tiga tahun. Kini, setelah dilakukan rehabilitasi, aliran air kembali menjangkau areal persawahan masyarakat.

“Kurang lebih tiga tahun irigasi di sini rusak. Hari ini menjadi wujud syukur masyarakat karena sawah-sawah sudah kembali terairi dengan adanya bendungan yang dibangun dan diperbaiki pada tahun 2026 ini,” ungkapnya.

Widia berharap berfungsinya kembali bendungan tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan aktivitas pertanian serta mendukung program swasembada pangan.

“Ini tentunya menjadi bagian dari upaya kita mendukung swasembada pangan. Mudah-mudahan dengan irigasi yang kembali berfungsi, masyarakat dapat kembali menggarap sawah dan hasil pertanian semakin meningkat,” tuturnya.

Sebagai bentuk simbolis dimulainya kembali aktivitas pertanian setelah rehabilitasi bendungan, Widia Ningsih kemudian melakukan penanaman padi di areal persawahan Desa Padang. Kegiatan tersebut turut didampingi jajaran pemerintah daerah, pemerintah kecamatan, pemerintah desa serta masyarakat setempat. sfr

Exit mobile version