Bangka Belitung

Dana Koni Kabupaten OKI Belum Terserap Maksimal

202
×

Dana Koni Kabupaten OKI Belum Terserap Maksimal

Sebarkan artikel ini
koni-oki
pemkab muba pemkab muba

Dana Koni Kabupaten OKI Belum Terserap Maksimal KAYUAGUNG I Ketua KONI OKI H.M Hafis mengklaim hingga November 2016 ini, penyerapan dana yang diperuntukkan bagi 22 cabang olahraga (Cabor) di OKI belum maksimal. Ke depan diharapkan semua cabor bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka pencarian bibit-bibit atlet yang akan berlaga di ajang Porprov ke 11 di Palembang.

“Jika di sejumlah daerah terjadi kekurangan dana, di OKI malah sebaliknya. Penyerapan dana KONI masih minim sekali. Untuk itu, kegiatan-kegiatan dari 22 cabor harus lebih maksimal lagi. Apalagi kita merupakan daerah penunjang Propinsi Sumsel dalam penyumbang medali, terutama emas dari cabang olahrahga andalan seperti Sky Air,”kata Ketua KONI OKI HM Hafis disela-sela rapat koordinasi KONI OKI di GOR Kayuagung, Selasa (22/11).

Diketahui, anggaran KONI OKI tahun 2016 sekitar 1,4miliar. Namun baru terealisasi sekitar 75%. Dari dana itu, sekitar 60% diperuntukkan bagi 22 cabor. Sementara sisanya diperuntukan untuk honor, sekretariat dan lainnya.

Menyikapi hal itu, Waketum I KONI Sumsel, Dhenie Zainal berharap dana yang dimiliki KONI OKI dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk kemajuan olahraga OKI.

“Kan masih ada satu bulan lagi untuk KONI OKI memanfaatkan dana yang dimiliki itu. Justru daerah lain kurang dana, namun anggaran KONI OKI berlebih. Ya, pilihlah cabor olahraga apa yang memang benar-benar menjadi hobi. Mudah-mudahan dalam rakor ini dapat merumuskan apa-apa yang hendak dicapai. Silakan tentukan cabor yang diinginkan OKI, tanpa mengecualikan cabor lain,” jelasnya.

Dia mengaku saat ini Sumsel sangat minim atlet. Untuk itu, dengan banyaknya kabupaten dan kota di Sumsel diupayakan dapat menjadi kebangaan tersendiri.

Dia berharap KONI OKI lebih konsisten dalam pencarian atlet-atlet yang akan bersaing di ajang Porprov. “Sky Air merupakan andalan Sumsel di ajang PON. Salah satu atletnya yaitu dari OKI. Ini prestasi yang membanggakan, dan kalau bisa kedepan bisa di tingkatkan lagi,”tuturnya.

Dhenie yang meminta dalam ajang pencarian bibit atlet bisa benar-benar tepat sasaran. Pada Porprov ke 11 di Palembang tahun 2017, batasan usia maksimal 21 tahun. “Porprov merupakan ajang bergengsi tingkat provinsi dalam rangka pencarian atlet berprestasi yang akan bersaing di ajang yang lebih tinggi yakni Pekan Olahraga Wilayah (PORWIL) dan Pekan Olahraga Nasional (PON). Mudah-mudahan dalam rapat koordinasi KONI OKI ini, bisa memberikan semangat dalam mengembangkan dan memajukan olahraga, terutama dalam mengharumkan nama daerah dengan mengukir sejumlah prestasi,”jelasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *