Sambung bupati OKI, untuk mengantisipasi karhutla, pemerintah akan tegas terhadap pelaku karhutla hal itu sesuai dengan instruksi Presiden RI Joko Widodo.
“Pemerintah pusat telah menegaskan akan menindak tegas pelaku karhutla, hal itu telah dibuktikan dengan dicabutnya izin perusahaan yang telah melakukan karhutla pada tahun 2015 lalu,” ujar Iskandar.
Masih kata Iskandar, 2016 pemerintah akan lebih waspada terhadap karhutla, karena berdasarkan data yang didapat dari BMKG, bahwa tahun 2017 ini lebih kering dari tahun sebelumnya.
Sementara itu, Kodiklat TNI, Marshal TNI Timbang Sembiring mengatakan agar dalam pelatihan antisipasi karhutla agar dapat diikuti dengan benar oleh para peserta.
Dijelaskannya, salah satu materi dalam pelatihan yang akan dilaksanakan yakni perang terhadap api karhutla, dengan cara ada api datang dan padamkan, tentunya dalam hal ini nanti akan dilatih dalam melaksanakannya.
“Akan ada juga pelatihan pengamanan dan pengungsian terhadap korban yang terkena akibat dampak Karhutla,” Ungkapnya
Usai penutupan apel siaga,Bupati OKI H Iskandar,SE didampingi Marshal TNI Timbang Sembiring beserta rombongan melanjutkan dengan melakukan peninjauan posko kesiapan penanggulangan Karhutla baik milik perusahaan maupun pemerintah daerah.
Turut dalam gelar apel siaga penanggulangan akibat dampak bencana alam karhutla sebanyak 1.214 orang peserta terdiri dari personil TNI sebanyak 340 orang, Polri 120 orang, OPD (BPBD, Disdik, Disbunak, Dinkes, RSUD, Puskesmas kayuagung dan Kotaraya, Dinsos, Satpol PP, Manggala agni, Pramuka dan kades) serta 476 orang perwakilan dari 24 perusahaan yang ada dalam wilayah kabupaten OKI. (Romi Maradona)
