Hukum & Kriminal

Buron Kasus Curanmor Noval Valentino Ditangkap di Bandara SMB II

318
×

Buron Kasus Curanmor Noval Valentino Ditangkap di Bandara SMB II

Sebarkan artikel ini
img_20220523_170854
pemkab muba pemkab muba

PALEMBANG – Noval Valentino (18) warga Jalan Kilang Minyak, Kelurahan Sungai Rebo, Kabupaten Banyuasin ditangkap oleh anggota Unit Reskrim Polsek Plaju, pada Minggu (22/5/2022) saat berada di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Tersangka Noval Valentino merupakan DPO kasus pencurian kendaraan bermotor (Curanmor) yang terjadi di Jalan Kapten Robani Kadir, tepatnya area parkiran Alfamart, Kecamatan Plaju, Palembang (25/10/2021) lalu sekira pukul 07.45 WIB.

Kapolsek Plaju, AKP Firmansyah melalui Kanit Reskrim, Ipda Okta Kuncoro mengatakan benar tersangka ini ditangkap setelah mendapat informasi dari masyarakat.

“Berawal dari informasi masyarakat bahwa tersangka akan pulang ke Palembang dari Batam dengan menggunakan pesawat, sehingga mendapatkan informasi tersebut anggota kita bergerak cepat dengan melakukan koordinasi dengan pihak bandara dan berhasil mengamankannya,” ujarnya, Selasa (24/5/2022).

Untuk modus sendiri tersangka bekerjasama dengan temannya Galih sedang menjalani hukuman di Mapolda Sumsel, sedangkan perannya tersangka ini memantau kondisi sekitar dan temannya Galih melakukan eksekusi dengan mengambil motor korban Lisa Widiyanti Honda Beat nopol BG 6446 ACI.

” Jadi tersangka Galih sendiri sedang menjalani hukuman di Polda Sumsel dengan perkara lain, dan nantinya bila hukumannya selesai akan kita jemput untuk dilakukan penahanan terhadap kasus curanmor,” jelasnya.

Sementara barang bukti (BB) yang diamankan satu buah handphone merek Nokia.

” Untuk tersangka sendiri kita jerat dengan pasal 363 ayat 1 ke-4E, ke-5E KUHP dengan ancaman penjara selama tujuh tahun,” katanya.

Terpisah, tersangka Noval mengaku perbuatannya.

” Benar saya ikut dalam aksi curanmor dan saya bertugas mengawasi keadaan sekitar, sedangkan teman saya yang melakukan eksekusinya,” ungkapnya.

Lalu, motor hasil penjualan dibagi berdua.

” Usai itu saya pergi ke Batam dan pulang karena rindu dengan keluarga di Palembang tapi malah tertangkap di Bandara,” katanya. (ABDUS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *