OKI Maju Bersama

Bupati Muchendi Jadi Responden Pertama SE 2026, Warga Diminta Berikan Data Akurat

14

OKI – Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) H Muchendi Mahzareki menjadi responden pertama dalam pelaksanaan sensus ekonomi (SE) 2026 yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten OKI.

Pendataan yang berlangsung di Rumah Dinas Bupati, Senin (15/6/2026), menandai dimulainya sensus ekonomi secara door to door yang akan menjangkau pelaku usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di seluruh wilayah Kabupaten OKI.

Pada kesempatan itu, Muchendi mengajak masyarakat untuk memberikan data yang benar dan sesuai kondisi sebenarnya saat didatangi petugas BPS. Menurutnya, kualitas data yang terkumpul akan sangat menentukan ketepatan kebijakan dan program pembangunan yang disusun pemerintah.

“Data yang akurat menjadi fondasi dalam penyusunan kebijakan. Karena itu, saya mengajak masyarakat menerima petugas sensus dengan baik dan menyampaikan informasi apa adanya. Semakin baik data yang diperoleh, semakin tepat pula program pembangunan yang dapat dirumuskan pemerintah,” ujar Muchendi.

Ia menegaskan, sensus ekonomi bukan sekadar kegiatan statistik administratif, melainkan instrumen penting untuk memotret kondisi riil perekonomian daerah, mulai dari usaha mikro hingga usaha berskala besar.

Menurutnya, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada kemampuan petugas lapangan, tetapi juga ditentukan oleh tingkat partisipasi masyarakat. Tanpa keterbukaan responden, data yang dihasilkan berpotensi tidak mencerminkan kondisi ekonomi yang sebenarnya.

“Pemerintah membutuhkan data yang valid untuk mengambil keputusan yang tepat. Karena itu, partisipasi masyarakat menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan sensus ekonomi 2026,” katanya.

Muchendi juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan keterangan kepada petugas yang bertugas. Seluruh petugas sensus, lanjutnya, telah dibekali identitas resmi dan bekerja sesuai prosedur yang ditetapkan BPS.

Bagi Pemerintah Kabupaten OKI, pelaksanaan sensus ekonomi memiliki arti strategis dalam mendukung percepatan pembangunan daerah. Dengan wilayah yang luas dan aktivitas ekonomi yang beragam, OKI membutuhkan basis data yang kuat agar setiap kebijakan yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten OKI Muhammad Dedy mengatakan, sensus ekonomi 2026 merupakan pendataan yang dilaksanakan setiap 10 tahun sekali untuk menghimpun data berbagai kegiatan usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat di luar sektor pertanian.

Melalui sensus tersebut, BPS akan memperoleh gambaran mengenai jumlah usaha, jenis usaha, persebaran kegiatan ekonomi, serta potensi ekonomi daerah. Data itu nantinya menjadi dasar bagi pemerintah dan berbagai pihak dalam menyusun program pembangunan.

“Hasil sensus ekonomi 2026 diharapkan dapat memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi perekonomian daerah sehingga kebijakan yang diambil dapat lebih tepat sasaran dan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat,” ujar Dedy.

Karena itu, kata dia, BPS mengajak seluruh masyarakat untuk memberikan data yang benar dan lengkap agar hasil sensus dapat mendukung perencanaan pembangunan yang lebih baik di masa mendatang.

Exit mobile version