Berita Daerah

BNNK OI Rutin Boyong Pecandu ke Pusat Rehabilitasi

256

INDRALAYA I Sebagai upaya penyembuhan bagi para pecandu narkoba, Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Ogan Ilir (OI) melakukan langkah jitu dengan mengirimkan para pecandu narkoba ke tempat rehabilitasi baik di Panti Rehabilitasi Lido Bogor maupun Loka BNN Batam. Bahkan ditahun ini pengiriman kuantitas pecandu narkoba mengalami peningkatan.

“Kami akui sekarang ini masyarakat mulai sadar membawa dan mengantarkan salah satu anggota keluarganya yang diduga sebagai pengguna narkoba ke BNNK OI untuk diobati. Lalu kami mengantarkannya ke pusat rehabilitasi BNN,”kata Kepala BNNK OI Masulin Sayuti, kemarin.

Menurut dia, belum lama ini sudah ada permintaan warga yang ingin direhabilitasi seperti datang dari warga Kecamatan Sungai Pinang yang kecanduan sabu dan inek, Desa Muara Meranjat Kecamatan Indralaya yang kecanduan ganja, warga Desa Penyandingan, Desa Limbang Jaya Kecamatan Tanjung Batu, dan warga Kecamatan Indralaya yang kecanduan sabu.

Dia mengaku rata-rata yang terlibat dalam narkoba ini notabenenya berjenis kelamin laki-laki berusia antara 25 hingga 30tahun. Para pecandu ini bukan saja berstatus bujang, melainkan sudah ada yang berkeluarga.

“Berdasar pengakuan pecandu bahwa mereka terpengaruh atas lingkungan. Awalnya diajak minum-minuman keras kemudian mencoba narkoba. Biasanya pecandu diantar keluarga dan melaporkan diri meminta agar anak atau anggota keluarganya direhab. Setelah penderita menghubungi lalu kami langsung menghubungi BNN Lido ataupun BNN Loka guna menanyakan apakah tempat masih tersedia,”jelasnya.

Jika ketersediaan tempat rehab terbatas, biasanya akan menunggu dulu sampai para pecandu yang direhab keluar.

Dia menginggatkan bahwa dalam rehabilitasi bagi pecandu narkoba ini sama sekali tidak dipungut biaya. Hanya saja untuk biaya ongkos ditanggung sendiri.

Dia menambahkan rata-rata setiap bulan permintaan rehab lebih dari 8orang. Begitu pun lamanya pengobatan tergantung dari kondisi pasien sendiri.

“Untuk kesembuhan bisa sebulan sampai enam bulan. Inilah upaya kami untuk melakukan penyembuhan bagi pecandu. Namun tentunya kami terus melakukan upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba yang menjadi musuh negara ini,”terangnya.

Saat ini peredaran narkoba tidak hanya berada dikalangan orangtua, namun juga sudah sampai tingkat pelajar. Bahkan bukan saja di perkotaan, narkoba sudah merangsek masuk ke tingkat pedesaan.

“Kami terus melakukan sosialisasi agar masyarakat lebih intens mengawasi putra dan putrinya. Upaya untuk menciptakan OI bebas narkoba bukan saja tugas BNNK OI, melainkan tugas bagi seluruh lapisan masyarakat baik kepolisian, orangtua, dan elemen masyarakat lainnya,”katanya. (ST)

Exit mobile version