TOBOALI | Sebanyak 74 masyarakat di Kecamatan Toboali yang berprofesi sebagai Nelayan, Lembaga Kelautan dan Perikanan Indonesia (LKPI), Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) mengikuti acara sosialisasi keselamatan pelayaran.
Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perhubungan (DPUPRP) Basel, Rabu (13/11) di Grand Marina Hotel Toboali Basel menghadirkan narasumber dari UPP Sadai, BPTD Wilayah VII dan Jasaraharja.
Kepada wartawan, Bupati Basel Justiar Noer melalui Kabid Perhubungan Laut DPUPRP Basel Maryono mengungkapkan
adapun tujuan digelarnya sosialisasi tersebut untuk bersama memahami dan mematuhi peraturan tentang pelayaran.
“Mudah-mudahan pula melalui sosialisasi ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Baik untuk para nelayan, maupun angkutan penumpang. Karena kepatuhan terhadap kelaiklautan kapal dan keselamatan pelayaran memerlukan komitmen bersama, ” ujarnya.
Baik regulator, operator dan juga pengguna jasa lantaran keselamatan pelayaran harus menjadi budaya maritim Indonesia. Dirinya menjelaskan keselamatan khususnya pelayaran dimulai dari disiplin kerja dan disiplin dari diri sendiri.
“Kemudian satunya ialah pemahaman mengenai aturan dan tata cara penanganan pelaksanaan kegiatan operasi serta tata cara menjaga keselamatan. Oleh karena itu pemeriksaan kelaiklautan merupakan unsur yang penting,” ujarnya.
Setidaknya, pemeriksaan kelaiklautan itu harus dilakukan setiap 6 bulan sekali dengan mendeteksi kemampuan teknis dan kelayakan teknis dengan seksama. Selain itu tata laksana pelabuhan dimana proses pendaftaran, pembuatan manifest adalah keharusan.
“Agar kapal tidak melampaui batas dan juga surat persetujuan berlayar harus ada setiap kapal berlayar. Dengan demikian harapan kepada stakeholder khususnya dari kami sendiri diminta lebih aktif dalam pemanfaatan laut untuk pembangunan bangsa dan negara,” jelasnya. (devi dwi putra)
