Pada pertemuan yang dilakukan di Ruang Rapat Bende Seguguk I (RRBS I) tersebut membahas mengenai pembelajaran kolaborasi program kesehatan masyarakat 1.000 hari pertama kehidupan dan melakukan diskusi pembelajaran kolaborasi lintas sektor dalam rangka upaya penurunan stunting.
Wakil Bupati OKI, H M Rifai SE yang membuka acara tersebut mengatakan bahwa permasalahan kesehatan bukan hanya permasalahan yang ditanggung oleh dinas melainkan tanggung jawab bersama atau semua pihak. “Oleh karena itu, diharapkan dalam menangani permasalahan kesehatan ini pihak-pihak terkait dapat bersinergi agar mendapat hasil yang maksimal,” ucapnya.
Dirinya melanjutkan, terkait kesehatan ini merupakan salah satu hal yang utama. “Tanpa sehat kita tidak mampu belajar, oleh karena itu kesehatan ini sangatlah penting. Pemerintah OKI melakukan Upaya yang dilakukan dengan mendekatkan layanan melalui program satu desa satu puskesdes yang akan selesai di tahun anggran 2017,” paparnya.
“Terkait kematian ibu dan bayi akan terus d tekan dan ini terus mengalami penurunan. Salah satu solusinya dgn mndirikan rumah singgah melahirkan yang gratis, dan ada di tiap kecamatan. Selain permasalahan kematian ibu dan bayi tadi, masalah lainnya adalah permasalahan gizi dan stunting,” imbuhnya.
Untk mngatasi permasalahan tersebut, H M Rifai mengatakan pemda OKI akan berusaha mencukupi pangan dan membangun sarana air bersih. Selain itu, pihak pemda juga akan mengusahakan penambahan vitamin untuk ibu hamil (bumil) dan balita. “Ini dilakukan keroyokan mulai dari dinas, badan, hingga kodim yang membantu membuat sanitasi yg sehat,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, H M Lubis MKes mengatakan, misi yang dijalankan oleh Dinas Kesehatan mengacu pada visi Kabupaten OKI untuk menjadi OKI Mandira. Oleh karena itu, saat ini pihaknya tengah berusaha meningkatkan pelayanan.
“Pelayanan ini bukan hanya pelayanan di dalam gedung, tapi juga pelayanan kegiatan d luar gedung merupakan krgiatan yang prefentif dan promotif,” katanya.
Dirinya mengungkapkan, saat ini tenaga medis di OKI masih terbatas, masih ada bbrpa Puskes yang belum punya dokter mulai dari dokter umum dan dokter lainnya. “Kita mau akreditasi tapi masih terbatas ini menjadi kendala kita oleh karena itu kita akan terus berusaha melakukan peningkatan, karena target kita 2019 sudah alreditasi semua,” ujarnya.
Menurutnya, meskipun Puskesmas di Kecamatan bagus kalau di desa masih kurang maksimal dan kurang kesadaran tentang kesehatan, pelayanan dan tingkat kesehatan di wilayah tersebut tidak akan maksimal. Puskesmas harus bisa mengajak masyarakat untuk hidup sehat.
Berbicara stunting, Rudy mengatakan kalau tidak dikurangi masalah perkembangan otak ini akan sangat tinggi. “Kalau sudah begitu nanti sekolah akan terganggu dan kurang serta ke depannya kalau membuka usaha jg akan sulit karena perkembangannya tadi terganggu,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, masing-masing sektor dari dinas, badan dan rumah sakit menyampaikan bagaimana tanggapan dan uoaya yang dilakukan untuk menanggulangi permasalahan kesehatan tersebut.(Romi)
