Berita Daerah

Banyak Cabor di Kabupaten OKI Terkesan Dianaktirikan

185
kadispora-oki
Kepala Dispora OKI MHD Dahlan

KAYUAGUNG I Sejumlah cabang olahraga (cabor) dari 22 cabor di Kabupaten OKI terkesan seperti dianaktirikan. Pasalnya, hampir satu tahun berjalan tidak ada dana ataupun anggaran dialokasikan. Sementara sejumlah cabor seperti futsal, sepakbola, tinju, basket dan lainnya memiliki anggaran cukup besar. Bahkan alokasi anggaran untuk pembuatan panjat dinding (climbing) tahun ini saja dialokasikan hingga Rp272juta.

Kendatipun sebagian cabor tak memiliki anggaran, namun alokasi anggaran dimiliki KONI OKI tahun ini berlebih. Tercatat, anggaran KONI OKI tahun 2016 sekitar Rp1,4miliar dan baru terealisasi sekitar 75%. Sementara sisanya masih berlebih.

“Kami heran, mengapa hanya cabor itu-itu saja diberikan anggaran. Sementara cabor lain ditinggalkan tanpa adanya anggaran. Wajar saja kami tidak ada kegiatan dan program karena tidak didukung dengan adanya anggaran. Padahal anggaran di KONI berlebih,” kata salah satu pengurus cabor yang enggan disebutkan namanya, Selasa (20/12).

Dia berharap kedepan semua cabor dapat memiliki anggaran dan KONI maupun Dispora tidak memilah-milah cabor mana saja yang berhak mendapatkan alokasi anggaran.

Menyikapi hal itu, Kepala Dispora OKI MHD Dahlan menegaskan bahwa anggaran tiap cabor berada di KONI. Dia mengaku tidak dapat mengintervensi KONI untuk memberikan anggarannya ke semua cabor.”Mungkin cabor itu tidak ada kegiatan sehingga tidak ada dana. Ya, semua tergantung dari kemampun dan kebutuhan cabor bersangkutan. Kita tidak dapat mengintervensi,  hanya rekomendasi lisan saja,”jelasnya.

Dia mengaku, dalam olahraga ini, pihaknya hanya sebatas memenuhi sarana dan prasarana penunjang serta pembinaan terhadap sumber daya manusia.”Pastinya kita mengutamakan ketersediaan fasilitas olahraga di OKI. Khusus di OKI ini hanya kolam rwnang yang belum terpwnuhi. Mudah-mudahan ke depan segera terpenuhi menginggat pembangunan kolam renang memerlukan anggaran hingga Rp50miliar lebih,”tuturnya.

Sebelumnya, Ketua KONI OKI HM Hafis mengklaim hingga tutup buku 2016, penyerapan dana yang diperuntukkan bagi 22 cabor di OKI belum maksimal. Ke depan diharapkan semua cabor bisa melaksanakan kegiatan-kegiatan dalam rangka pencarian bibit-bibit atlet yang akan berlaga di ajang Porprov ke 11 di Palembang.

“Jika di sejumlah daerah terjadi kekurangan dana, di OKI malah sebaliknya. Penyerapan dana KONI masih minim sekali yakni hanya terserap 75%,” jelasnya.(Romi)

Exit mobile version