Lahat

Atasi Blank Spot dan Sinyal Lemah, Bupati Lahat Datangi Komdigi

220

Lahat – Masyarakat Kabupaten Lahat yang berada di wilayah sulit sinyal internet juga wilayah blank spot, patut bangga dengan upaya yang dilakukan Bupati Lahat, Bursah Zarnubi. Bupati Lahat sekaligus Ketua Umum Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini, sudah mendatangi langsung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) untuk mengentaskan persoalan tersebut.

Bursah Zarnubi mengatakan, digitalisasi sangat dibutuhkan untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah, termasuk di Kabupaten Lahat. Namun jika dengan kondisi masih adanya wilayah yang sulit sinyal bahkan blank spot, peningkatan kualitas SDM di Lahat dipastikan sulit untuk terwujud.

“Anak-anak di desa ini, harus punya peluang yang sama dalam mengakses pendidikan berbasis teknologi. Jangan karena sinyal internet sulit kualitas pendidikan anak-anak di Lahat jadi tertinggal,” kata Bursah Zarnubi, Kamis (26/6/2025) .

Bursah menambahkan, ia sudah bertemu langsung dengan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia, Meutya Viada Hafid, menyampaikan perihal kondisi tersebut. Hak itu menurutnya bukan hanya untuk di Kabupaten Lahat saja, melainkan untuk seluruh wilayah di Indonesia.

“Pertemuan itu jadi langkah awal yang penting, dalam memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Khususnya dalam mendorong pemerataan transformasi digital di seluruh wilayah Indonesia,” sampainya.

Sementara, Meutya Viada Hafid, menyatakan komitmennya untuk membantu mengatasi persoalan blank spot dan sinyal lemah di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan. Meutya menyebut, pihaknya (Komdigi) akan mendorong operator seluler, untuk lebih aktif menjangkau wilayah yang belum terjangkau jaringan atau masih mengalami sinyal lemah.

“Kami akan bantu penanganan blank spot dan wilayah dengan sinyal lemah, termasuk di Kabupaten Lahat. Tapi pemerintah daerah atau desa, juga harus menyiapkan infrastruktur pasif agar operator seluler bisa segera membangun jaringan di sana,” ucap Meutya Hafid.

Meutya menekankan bahwa, perluasan jaringan komunikasi bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tapi juga menyangkut peningkatan kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, akses digital yang merata sangat penting, terutama bagi pelajar di daerah yang membutuhkan koneksi untuk belajar dan berkembang.

“Persoalan kemudahan akses jaringan ini memang harus dilakukan. Bukan hanya pelajar, pemerintah desa juga membutuhkan koneksi untuk membangun desanya. Karena itu, kolaborasi pemerintah pusat dan daerah ini diharapkan nantinya bisa berjalan dengan baik,” tuturnya.sfr

Exit mobile version