Ogan Komering Ilir | Dua pekan terakhir, sejumlah wilayah di Sumatera Selatan seperti palembang , Kabupaten Ogan Komering Ilir dan beberapa wilayah lainnya diselimuti kabut asap.
Penyebabnya, api dan bara di rawa gambut khususnya di Kabupaten OKI hingga kini belum dapat dipadamkan.
Akibatnya Indeks Standard Pencemar Udara [ISPU] di Palembang mencapai 132 pada Sabtu [26/10/2019] pukul 15.00 WIB atau tidak sehat.
Kebakaran rawa gambut 2019, di Kabupaten OKI, seakan mementahkan berbagai upaya yang telah dilakukan Badan Restorasi Gambut [BRG], KLHK, organisasi non-pemerintah, maupun perusahaan yang menghabiskan anggaran ratusan miliar Rupiah, selama empat tahun terakhir.
Pemerintah sendiri telah menambahkan personil satuan tugas (satgas) gabungan pencegahan kebakaran hutan dan lahan yang disebar di Kabupaten Ogan Komering Ilir sebagai upaya untuk memaksimalkan pemadaman.
Sebanyak 854 personel, yang terdiri dari BPBD, TNI, Polri bergabung dengan Satgas Kabupaten untuk memaksimalkan pemadaman.
Kepala BPBD Kabupaten OKI, Listiadi Martin mengungkap personil bantuan tersebut di sebar pada 7 Kecamatan rawan Karhutbunlah antara lain Kecamatan Cengal, Tulung Selapan, Pampangan, Pangkalanlampam, Tanjung Lubuk, Kayuagung dan Jejawi.
“Target di lapangan selama 10 hari menyebar ke titik rawan. Satuan-satuan itu di bawah kendali Kapolda dan Pangdam,” Ujar Listiadi, Minggu, (27/10).
Listiadi mengungkap terimakasih atas dukungan penuh pihak provinsi dan TNI/Polri kepada satgas OKI yang beberapa bulan terakhir berjibaku melakukan pemadaman dan pemantauan.
“Memang beberapa hari terakhir titik panas (hot spot) bertambah, jadi bukan titik api (fire spot), terimakasih Satgas dari Provinsi sudah turut membantu menguatkan kami di daerah,” tukasnya.(romi)