EMPAT LAWANG I Aksi penjabretan di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kabupaten Empat Lawang mulai marak. Baru-baru ini seorang pegawai di Rumah Sakit Daerah (RSUD) Empat Lawang yang bernama Dwi menjadi korban penjabretan di jalan lintas sumatera, tepatnya di desa Tebing Alay, Kelurahan Tanjung Kupang Kecamatan Tebing Tinggi, Kamis (2/1) sekitar jam 15.00 WIB.
Menurut keterangan korban, saat itu dia baru pulang dari salah satu bank di kawasan Tanjung Beringin Kecamatan Tebing Tinggi. Dia mengendarai sepeda motor mengarah dari Tanjung Beringin menuju ke arah Talang Banyu, Tebing Tinggi.
Saat tiba di depan steam (cucian) kendaraan Tebing Alay, tiba-tiba ada pengendara sepeda motor jenis Yamaha Vixion yang melaju dari arah belakang kendaraannya merebut tas yang ada padanya.
Tak mau terjadi kecelakaan fatal akibat rebutan tas dengan pejambret, korban melepaskan tas yang berisi Handphone (Hp) merk Blackberry, uang tunai Rp 400 ribu, slip bukti setoran keuangan dan beberapa surat penting lainnya di dalam tas miliknya tersebut ke penjabret.
“Saat kejadian, kondisi jalanan memang tidak begitu ramai,” ungkap Dwi, saat dibincangi wartawan, Jum’at (3/1).
Dikatakannya, setelah kejadian itu, dia langsung ke Mapolsek Tebing Tinggi, guna melaporkan kejadian yang baru dialaminya itu ke polisi. Namun karena kondisi dia masih shock, laporan tersebut tidak dia sampaikan dengan tuntas.
“Polisi langsung melakukan penyelidikan atas laporan aku saat itu. Namun aku tidak sampai di periksa (perbal) karena sudah sore dan kondisi masih shock, aku langsung pulang saja dari Polsek,” ceritanya.
Sementara itu, Kapolsek Tebing Tinggi, Polres Empat Lawang, Kompol Syamseh saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian penjabretan yang dialami karyawan RSUD Empat Lawang, tersebut. Menurut Kompol Syamseh, laporan yang disampaikan oleh korban, belum sempat diproses oleh pihaknya, korban keburu pulang, karena kondisi korban sangat shock.
“Ada memang kemarin, korban jambret di Tebing Alay, yang datang ke kita. Laporannya belum sempat diproses, korbannya sudah pulang. Namun tetap kita lakukan penyelidikan,” ungkap Syamseh, saat ditemui di Mapolsek Tebing Tinggi.
Menurut Syamseh, pelaku diduga berjumlah dua orang tersebut, menggunakan helm yang menutupi wajah dan mengendarai sepeda motor jenis Yamaha Vixsion. Sejauh ini, pihaknya baru mendengar satu orang korban jambret tersebut di wilayah hukumnya. “Baru satu orang ini saja, selama ini tidak pernah terdengar ada korban jambret di wilayah hukum kita,” katanya.
Karena sudah ada kejadian ini, pihaknya menghimbau masyarakat, agar waspada dengan barang yang dibawa saat berkendara. Sebab, kejahatan di manapun tempatnya, selalu saja mengintai.
“Kita menghimbau, kedepannya masyarakat harus wasapada, dimanapun berada. Apalagi jambret bermotor, pasti pelakunya keliling mencari mangsa,” terangnya. (RD)













