Lahat – Hantaman badai El Nino yang kini tengah mengancam sektor pertanian, rupanya tak sepenuhnya buat petani di Kabupaten Lahat angkat tangan.
Buktinya, di tengah kondisi cuaca kemarau yang sangat terik, petani padi di Desa Pagaruyung, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat, justru berhasil mendongkrak hasil panen hingga menembus lebih dari 7 ton gabah kering panen (GKP) per hektarenya.
Hasil tersebut terlihat dalam panen bersama Kelompok Tani Muda Sepakat, di lahan seluas 6 hektare, dengan menggunakan benih padi varietas Ciherang.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Lahat, Al Fatah Dwi Putra mengatakan, produktivitas lahan dalam panen kali ini mencapai 7,02 ton GKP. Angka tersebut terbilang meningkat dibandingkan kemampuan produksi sebelumnya, yang rata-rata hanya berada di kisaran 5,2 hingga 6 ton per hektar.
“Alhamdulillah meski Lahat saat cuacanya sangat terik, tapi hasil produksi masih bisa digenjot. Salah satu faktornya berkat dukungan bantuan pupuk dari kita (Dinas TPHP Lahat),” kata Al Fatah, Rabu (23/92026).
Tak berhenti di Kecamatan Kota Agung, Al Fatah menerangkan, pihaknya dalam waktu dekat juga akan ada panen raya di Desa Tanjung Payang, Kecamatan Lahat Selatan. Panen raya tersebut diperkirakan jadi salah satu titik produksi besar, karena berada di areal sekitar 110 hektare. Dengan pola pemupukan yang sama, produktivitas diprediksi bisa mencapai 9,9 ton GKP per hektare.
“Pupuknya sama tapi benihnya berbeda, hasilnya diprediksi jauh lebih tinggi. Dua wilayah ini jadi projek kita, untuk meningkatkan hasil produksi padi di Lahat. Alhamdulillah hasilnya memuaskan,” terangnya.
Sementara, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih yang ikut langsung dalam panen bersama Kelompok Tani Muda Sepakat, Kecamatan Kota Agung, mengaku senang bisa bertemu langsung dengan para petani. Ia mengapresiasi keberhasilan petani dan Dinas TPHP Lahat yang masih mampu menghasilkan panen, di tengah kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini.
“Ini jadi gambaran pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, dengan kelompok tani dalam menjaga produksi pangan. Ketahanan pangan merupakan prioritas. Kita berharap hasil panen yang melimpah dapat meningkatkan kesejahteraan petani kita,” ujar Widia. Sfr













