OKI Maju Bersama

Antisipasi Lonjakan ISPA, Dinkes OKI Distribusikan 32.200 Masker

6
×

Antisipasi Lonjakan ISPA, Dinkes OKI Distribusikan 32.200 Masker

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

OKI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mendistribusikan 32.200 masker untuk mengantisipasi risiko peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Masker tersebut disalurkan ke sejumlah wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap, fasilitas pelayanan kesehatan, serta pusat pelayanan publik. Langkah ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten OKI dalam melindungi masyarakat dari paparan asap akibat karhutla.

Hingga saat ini, sebanyak 32.200 masker telah disalurkan dari total persediaan awal sebanyak 80.650 masker. Distribusi dilakukan antara lain ke Puskesmas Cengal, Pedamaran Timur, Pampangan, Pangkalan Lampam, Awal Terusan, SP Padang, Celikah, Muara Batun, dan Sungai Menang.

Masker juga disalurkan kepada PSC 119 Dinas Kesehatan OKI. Sementara itu, sebanyak 200 masker diserahkan kepada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten OKI untuk digunakan masyarakat yang membutuhkan layanan administrasi kependudukan.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten OKI, H. Alamsyah mengatakan, distribusi masker merupakan tindak lanjut arahan Bupati OKI H. Muchendi sebagai langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap yang dapat memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.

Menurut Alamsyah, puskesmas menjadi salah satu titik penting dalam upaya perlindungan masyarakat karena lokasinya berada dekat dengan warga, khususnya di wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap.

“Arahan Bupati agar masker yang didistribusikan menjadi langkah pencegahan dan perlindungan bagi masyarakat, terutama untuk wilayah-wilayah yang berpotensi terdampak kabut asap akibat karhutla,” kata Alamsyah, Kamis (27/8/2026).

Selain melalui Puskesmas, Dinas Kesehatan OKI juga menyalurkan 200 masker kepada Disdukcapil OKI. Masker tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang datang untuk mengurus administrasi kependudukan.

“Penyaluran masker ke fasilitas pelayanan publik dilakukan karena masyarakat tetap beraktivitas dan membutuhkan layanan administrasi di tengah ancaman kabut asap,” terang Alamsyah.

Di tengah potensi memburuknya kualitas udara akibat karhutla, dia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap gangguan kesehatan pernapasan. Masyarakat diminta menggunakan masker, terutama saat beraktivitas di luar ruangan atau berada di wilayah yang terdampak asap. Warga juga diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah apabila kondisi kualitas udara memburuk.

“Masyarakat yang mengalami keluhan seperti batuk, sakit tenggorokan, sesak napas, atau gangguan pernapasan lainnya segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan,” pungkas dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *