OKI Maju Bersama

Pramuka OKI Didorong Jadi Kader Pemimpin dan Pelopor Pencegahan Karhutla

7
×

Pramuka OKI Didorong Jadi Kader Pemimpin dan Pelopor Pencegahan Karhutla

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

OKI – Wakil Bupati Ogan Komering Ilir (OKI), Supriyanto, mendorong Gerakan Pramuka tidak sekadar menjadi organisasi kepemudaan yang aktif dalam kegiatan seremonial. Di tengah tantangan pembangunan dan perubahan zaman, Pramuka dinilai harus menjadi wadah pembentukan karakter sekaligus mencetak generasi muda yang siap mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Pesan tersebut disampaikan Supriyanto saat menjadi pembina upacara puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-65 Gerakan Pramuka di halaman Kantor Bupati OKI, Kamis (13/8/2026). Peringatan tersebut berlangsung dalam rangkaian momentum HUT ke-81 Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia.

Menurut Supriyanto, Hari Pramuka dan momentum kemerdekaan harus menjadi kesempatan untuk menghidupkan kembali kesadaran kebangsaan. Kemerdekaan yang dinikmati generasi saat ini, kata dia, lahir dari perjuangan panjang, persatuan, keberanian, serta pengorbanan para pendiri bangsa.

“Ini bukan sekadar apel seremonial, tetapi menjadi momentum bagi kita semua untuk kembali menghayati makna kemerdekaan sekaligus meneguhkan semangat kebangsaan dalam diri setiap anggota Gerakan Pramuka,” kata Supriyanto dalam amanatnya.

Ia mengatakan, 81 tahun setelah kemerdekaan, bentuk perjuangan generasi muda telah berubah. Perjuangan tidak lagi dilakukan dengan mengangkat senjata, melainkan melalui karya, pengabdian, prestasi, dan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Dalam konteks tersebut, Pramuka memiliki posisi strategis. Nilai Tri Satya dan Dasa Darma, menurut Supriyanto, harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari melalui sikap disiplin, mandiri, bertanggung jawab, peduli terhadap sesama, serta mampu membangun semangat gotong royong.

“Gerakan Pramuka memiliki peran yang sangat penting dalam mempersiapkan kader generasi muda untuk memiliki karakter yang kuat, disiplin, mandiri, bertanggung jawab, serta memiliki semangat gotong royong dan cinta tanah air,” ujarnya.

Supriyanto juga menyoroti tantangan yang muncul akibat perkembangan teknologi dan derasnya arus informasi. Menurutnya, kemajuan teknologi semestinya dimanfaatkan sebagai instrumen untuk memperluas pengetahuan dan meningkatkan produktivitas, bukan justru membuat generasi muda kehilangan pijakan terhadap nilai-nilai Pancasila, persatuan, gotong royong, dan kecintaan kepada bangsa.

Karena itu, ia mengajak anggota Pramuka OKI menghargai jasa para pahlawan dengan cara yang relevan dengan perkembangan zaman.

“Tunjukkan bahwa generasi muda Kabupaten Ogan Komering Ilir adalah generasi yang tangguh, berkarakter, berprestasi, dan siap menjadi pemimpin masa depan,” katanya.

Selain persoalan karakter dan kepemimpinan, Supriyanto turut menyoroti kondisi cuaca kering dan kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di OKI.

Ia mengajak seluruh anggota Pramuka turut mengambil bagian dalam upaya pencegahan karhutla. Menurutnya, persoalan tersebut bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan aparat, tetapi membutuhkan kesadaran serta keterlibatan seluruh lapisan masyarakat.

“Kondisi saat ini cuaca kering kemarau. Ini menjadi atensi pemerintah pusat. Kita harus sama-sama peduli dengan kebakaran hutan dan lahan,” ujarnya.

Supriyanto meminta para pembina, pelatih, dan anggota Pramuka menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat. Semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai utama kepramukaan, kata dia, harus diwujudkan melalui tindakan nyata.

“Kepada Kakak-kakak dan anak-anakku semuanya, mari kita bersama-sama, bahu-membahu, satukan tekad untuk kita kontribusikan kepada Kabupaten Ogan Komering Ilir di setiap sendi kehidupan,” katanya.

Ia optimistis pendidikan kepramukaan yang diberikan para pembina dan pelatih akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya pemimpin-pemimpin masa depan OKI. Nilai disiplin, karakter, kebersamaan, dan tanggung jawab yang ditanamkan sejak dini dinilai akan berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia daerah pada masa mendatang.

“Saya yakin dengan proses yang diberikan kepada pelatih pembina, nilai-nilai Pramuka tertanam dan terpancang pada diri setiap insan Pramuka. Kami tentunya berharap pada masa-masa yang akan datang akan lahir para pemimpin yang mempunyai karakter, disiplin, kebersamaan untuk membawa Kabupaten OKI ini jauh lebih maju,” tutur Supriyanto.

Ia menegaskan bahwa pembangunan sumber daya manusia tidak dapat dilakukan secara instan. Pendidikan dan pembinaan generasi muda hari ini merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan daerah.

“Setiap masa ada orangnya, dan setiap orang ada masanya. Pada masa anak-anakku semuanya nanti, sumber daya manusia kita harus sudah mumpuni. Hari ini tentu menjadi pondasi untuk jauh pada masa yang akan datang,” ujarnya.

Menutup amanatnya, Supriyanto mengajak seluruh anggota Pramuka memperkuat persatuan dan memperluas pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, usia ke-65 Gerakan Pramuka harus menjadi momentum untuk mempertegas relevansi organisasi tersebut dalam menjawab berbagai persoalan daerah, bukan sekadar menghitung perjalanan organisasi.

“Mari kita rapatkan barisan, kobarkan semangat persatuan, mantapkan pengabdian, dan terus berkarya untuk Kabupaten Ogan Komering Ilir yang semakin maju, mandiri, dan sejahtera,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *