Lahat

Targetkan Kemiskinan dan Stunting Berkurang, Ini Strategi Pemkab Lahat

72
×

Targetkan Kemiskinan dan Stunting Berkurang, Ini Strategi Pemkab Lahat

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

Lahat – Meski belum satu tahun berjalan, Bupati-Wakil Bupati Lahat, Bursah Zarnubi-Widia Ningsih sudah mampu menurunkan angka kemiskinan dari sekitar 14,14 persen menjadi 13,69 persen. Meski demikian, Lahat masih menghadapi banyak tantangan, terutama terkait kemiskinan ekstrem dan angka stunting yang harus dihapuskan sesuai target nasional.

Bursah Zarnubi menegaskan, pengentasan kemiskinan dan angka stunting bukan hanya soal program, tetapi soal pembenahan sistemik. Karena itu, ia meminta seluruh OPD yang terlibat, melakukan monitoring dan evaluasi menyeluruh agar intervensi pemerintah tepat sasaran.

“Kemiskinan dan stunting adalah persoalan struktural. Kebijakan harus dimulai dari akarnya pendidikan, kesehatan, sampai ekonomi masyarakat. Selain itu, pertumbuhan ekonomi harus berkualitas dan dirasakan oleh masyarakat di tingkat bawah,” tegas Bursah Zarnubi, Selasa (2/12/2025).

Sementara, Wabup Lahat, Widia Ningsih menyebut, penanganan dua isu tersebut tidak hanya menjadi agenda daerah, tapi juga merupakan program strategis nasional yang harus didukung seluruh pemangku kepentingan hingga tingkat desa dan kelurahan. Karena itu ia menyoroti, pentingnya validasi data penerima bantuan sosial, mengingat masih ditemukannya bantuan yang tidak tepat sasaran.

“Kalau data tidak akurat, maka kebijakan pasti salah. Kabupaten Lahat harus memastikan bahwa setiap bantuan baik dari pusat, provinsi, maupun kabupaten, betul diterima oleh masyarakat yang berhak,” ujarnya.

Widia membeberkan, dalam RPJMD Lahat Tahun 2025, ada tiga strategi utama yang menjadi fokus Pemkab Lahat. Meliputi, mengurangi beban pengeluaran masyarakat, meningkatkan pendapatan masyarakat melalui program pemberdayaan dan peningkatan ekonomi, serta mengurangi kantong-kantong kemiskinan melalui intervensi terarah.

“Karena itu, setiap kebijakan dan program pengentasan kemiskinan dan stunting harus benar-benar kita pantau. Evaluasi dibutuhkan agar kita mengetahui mana program yang efektif dan mana yang tidak,” katanya.

Diakhir, Widia menjelaskan, sejumlah program prioritas akan ditingkatkan untuk mengentaskan dua isu tersebut. Mulai dari peningkatan sarana pendidikan dan pemerataan akses sekolah, peningkatan fasilitas kesehatan dasar khususnya pencegahan stunting pada balita, pembangunan sanitasi dan air bersih, bedah rumah dan penyediaan rumah bagi masyarakat, peningkatan konektivitas antarwilayah, terakhir pemberdayaan UMKM dan wirausaha baru.

“Ini tugas bersama. Kita harus bergerak dari pusat hingga desa untuk memastikan tidak ada masyarakat Lahat yang tertinggal. Setiap pertemuan, harus menghasilkan rumusan kerja yang konkret sehingga Kabupaten Lahat dapat mencapai target 0% kemiskinan ekstrem serta menurunkan angka stunting secara signifikan,” jelasnya. Sfr

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *