Beritamusi.co.id – Sumianto (63) Warga Desa Pagar Sari, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat ini histeris mendapati teman sekaligus rekan kerjanya Sujono (65) warga Kelurahan Talang Jawa Selatan, Kota Lahat, dalam keadaan tak bernyawa di dalam sumur kedalaman 3,5 meter yang digalinya bersama korban.
“Saat itu aku panggil panggil korban sekitar jarak enam meter dari sumur. Namun, korban tidak membalas panggilan saya. Saya sempat heran kemana korban,”terangnya.
Kemudian, ujar Sujono ia berusaha mencari hingga ke dalam sumur seketika ia kaget melihat korban sudah dalam posisi terletang dan kaki menekuk di air dan sudah dalam keadaan tak bernyawa. “Melihat itu kemudian saya menghubungi Hariyanto alias Bambang (59) di Desa Pagar Sari, Dusun I, Kecamatan Lahat, pemilik sumur,”ujarnya.
Kapolres Lahat AKBP Eko Sumaryanto SIK MSi melalui Kapolsekta Lahat, Herman Akhiri SIP MM membenarkan kejadian tersebut.
Diterangkanya, awalnya korban Sujono masuk ke dalam sumur sendirian menggunakan tangga kayu pada pukul 08.30 WIB. Lalu melakukan penggalian sumur menggunakan alat bantu dengan ketinggian air setinggi lutut orang dewasa. Berselang setengah jam kemudian, tiba-tiba teman korban Sumianto memanggilnya beberapa kali dari jarak 6 meter dari lokasi sumur. Namun tak ada sautan dari korban.
Dikatakanya, mendapat laporan warga Polres Lahat, Polsekta, Damkar dan BPBD Lahat tiba dilokasi TKP, termasuk dibantu dari pihak TNI dan pemerintah setempat. Kemudian sekitar pukul 10.00 WIB, korban berhasil dievakuasi yang disaksikan oleh anak kandung korban, Triono (43). Saat akan dibawa ke rumah sakit, keluarga korban meminta pihak kepolisian untuk dilakukan autopsi. Namun dipinta dibawa ke rumah duka.
“Setiba di rumah duka, pihak Polisi meminta agar pihak keluarga membuat surat pernyataan dengan isi tidak dilakukan autopsi dan tidak menuntut apabila ada keganjalan atas meninggalnya ayah kandungnya. Keluarga korban pun setuju,”sampainya, Rabu (26/10/2022).
Ditegaskanya, saat ditemukan tidak ada luka. Berdasarkan keterangan keluarga korban, sebelum berangkat dari rumah, anak korban sempat melarang ayahnya untuk bekerja.
Sementara diduga korban ada gejala sakit angin duduk. “Sumur itu sudah disemen. Korban diminta pemilik rumah untuk melanjutkan penggalian sumur,” terangnya. (Safitri)













