Diantaranya Kediaman milik Haris (38), Kaucang (35), Edi Idris (40) dan Efendi (60). Kemudian dua rumah warga lainnya ikut tersambar api dan mengalami rusak berat, yakni rumah Nopi (47) dan Hanuar (60). Bukan hanya itu, Rahmi (34) tak lain istri dari korban Haris menderita luka bakar di lengan kanannya karena berusaha menyelamatkan harta benda mereka.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun mulanya ada kepulan asap dari kediaman salah seorang warga yang terbakar. Api pun langsung membesar dan merambat ke kediaman lainnya dengan cepat.
“Kita kurang tahu asal api dari rumah siapa, tiba-tiba saja api itu membesar di bubungan empat rumah yang ludes terbakar, kemudian merampat ke rumah lainnya,” ungkapnya salah seorang warga bernama Toyo.
Melihat adanya api, warga pun langsung beramai- ramai memadamkannya dengan peralatan seadanya sembari menghubungi petugas penanggulangan bahaya kebakaran (PBK) OKI. Sekitar 2,5 jam, api berhasil dijinakan setelah dibantu oleh mobil PBK Kayuagung, Manggala Agni dan BPBD OKI.
Camat Pedamaran, H. Hercules mengatakan, mobil PBK terlambat datang lantaran jalanan macet saat terjadi kebakaran di Jalintim tersebut. Karenanya, diusulkan setiap kecamatan ada mobil pemadam sendiri.
“Ketika kita hubungi pemadam langsung cepat menuju lokasi. Tapi memang aksesnya cukup sulit karena lokasinya ramai dan berada di pinggir jalan lintas, sehingga mobil terjebak macet. Kedepan kita berharap setiap Kecamatan memiliki mobil pemadam, sehingga kalau ada kebakaran bisa cepat diatasi,” katanya.
Kapolres OKI, AKBP Amazona Pelamonia yang datang langsung ke lokasi menuturkan, pihaknya akan segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan menggali keterangan saksi.
“Untuk sumber api dan penyebabnya masih dalam penyelidikan termasuk kerugian materil, kemungkinan besar api dari konsleting listrik,” singkatnya. (Romi Maradona)















