Kepala Dinas TPH Kabupaten Lahat Ir H Hapit Padli mengatakan, beberapa waktu lalu ada sebagian lahan petani terkena serangan hama penyakit Kepik, hingga menimbulkan keresahan dan kekhawatiran ditingkat petani. Karenanya, tim yang dibentuk tidak mau kecolongan dengan mengunjungi dan melihat lahan pertanian secara langsung.
“Benar. Kita kembali secara langsung mendatangi beberapa lokasi sawah yang sempat diisukan terserang hama kepik. Hari ini, kedatangan tim sendiri demi secara langsung memberikan bantuan pengobatan atau racun untuk hama tersebut,”ujarnya.
Dijelaskannya, untuk kerja tim yakni secara langsung mengajak beberapa petani yang diduga sawahnya sudah terserang hama kepik, kemudian juga langsung dilakukan upaya penanggulangannya, hingga minimal tak semakin parah kedepannya. Namun, dari angka serangan hama sendiri, bisa dikatakan hanya sebagian kecil saja yang mengalami serangan hama kepik itu.
“Saat ini hama jenis kepik ini bukanlah lagi merupakan hal yang mengkhawatirkan, dalam artian bisa segera dinetralisir. Bahkan, setalah kita lakukan pengawasan, persentase padi milik warga sendiri bisa dikatakan sangat dikit jumlahnya, dan kami yakin takkan begitu berpengaruh,”imbuhnya.
Terpisah, Yansah (51), salah satu petani yang dimintai komentarnya mengaku sangat puas dengan angka pertumbuhan padi di musim tanam tahun ini. diyakininya, nanti akan ada peningkatan hasil pertanian dikalangan petani. Tinggal nanti dimintanya adalah mengenai kestabilan harga saja yang mesti diawasi pihak pemerintah.
“Kami bangga, respons cepat ditunjukkan pihak dinas terkait atas laporan kami, semoga saja perhatian ini bisa tetap ada kedepannya,”pungkasnya. (frm)













