PALI I Aroma tak sedap dan bau yang menyengat hidung terasa ketika berada di pasar tradisional Pendopo kecamatan Talang Ubi kabupaten PALI.
Pasalnya, lebih kurang sudah lima hari sampah yang terletak tepat di tengah pasar Pendopo itu tidak diangkut oleh petugas kebersihan kabupaten PALI.
Kondisi sampah yang menggunung ditambah akhir-akhir ini yang sering hujan menyebabkan bau busuk tidak sedap itu semakin menjadi.
Kondisi serupa tidak hanya ada di pasar pendopo, tapi juga di rumah-rumah warga. Seperti pantauan awak media pada hari Kamis (27/10), tampak di wilayah Gang Masjid di sepanjang rumah warga terlihat tumpukan sampah yang berkarung-karung.
Bahkan di wilayah ini petugas kebersihan atau tukang angkut sampah sudah tidak melaksanakan kewajibannya sejak satu pekan terakhir.
“Iyo dek, sampah disini sudah enam hari dak diambek. Dak tahu kenapa. Karena, sampai hari ini pun pihak kebersihan pemkab PALI belum memberikan alasan,” ujar Abu Bakar (61) warga Gang Masjid ketika dibincangi Kamis (27/10).
Dirinya juga sangat mengeluhkan kondisi tumpukan sampah di depan rumahnya yang semakin hari semakin membusuk.
Tidak hanya itu, para pedagang di pasar pun mengeluhkan kondisi sampah yang menumpuk dan membusuk.
“Kami jualan jadi serba salah karena bau sampah membusuk. Apalagi kami jualan makanan. Takutnya pembeli tidak mau membeli dagangan kami,” keluh salah satu pedagang makanan.
Ternyata, tumpukan sampah yang belum diangkut petugas kebersihan Pemerintah kabupaten PALI disebabkan adanya mogok kerja para petugas kebersihan. Mogok kerja tersebut disebabkan sudah empat bulan lamanya para petugas kebersihan itu belum gajian. Hal tersebut disampaikan langsung oleh Mukhlis Nabil Plt. Kepala UPTD Kebersihan ketika dihubungi Kamis (27/10).
Mukhlis Nabil mengakui 144 petugas kebersihan belum digaji. Namun, untuk lebih tahu persis kapan gaji PHL Kecamatan Talang Ubi akan dibayar, hanya Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) PALI, yang lebih tahu.
“Alasan mereka mogok katanya belum gajian empat bulan. Kemudian, pihak kami juga tidak bisa memaksakan. Karena, kata mereka (petugas kebersihan,red) selalu dijanjikan terus untuk gajian, tapi nyatanya belum juga dibayar. Makanya kami tidak bisa melarang mereka mogok kerja,” terang Mukhlis Nabil.
Terpisah, Yobani (60), salah satu petugas kebersihan Pemkab PALI mengakui jika dirinya bersama teman-teman petugas kebersihan yang lain hampir empat bulan belum dibayar gaji.
Untuk keperluan sehari-hari, ia terpaksa menjadi kuli di sekitar terminal pendopo dan Pasar Inpres Pendopo.
“Sudah empat bulan gaji belum di bayar, untuk ongkos makan, aku kerja sampingan jadi kuli terminal Pendopo dan Pasar Pendopo,” kata Yobani. (Adn)













