KAYUAGUNG I Sejak dua bulan terakhir, akses infrastruktur jalan disejumlah desa, khususnya di tiga desa didua kecamatan dalam Kabupaten OKI tak kunjung diperbaiki. Akibatnya, akses jalan satu-satunya itu nyaris putus dan sangat menganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Jika dalam waktu dekat ini tak juga diperbaiki, dimungkinkan beberapa desa terancam terisolir.
Pantauan dilapangan, akses ruas jalan yang mengalami kerusakan itu mulai dari Talang Pangeran, OKI hingga Martapura OKU Timur dengan panjang puluhan kilometer. Jalan itu diketahui merupakan jalan provinsi. Khusus OKI, kerusakan jalan dimulai dari perbatasan Talang Pangeran, Kecamatan Teluk Gelam sampai Desa Ulak Kapal Kecamatan Tanjung Lubuk OKI.
Kerusakan jalan dengan lebar sekitar 6meter itu terjadi pada titik tertentu saja dengan aspal mengelupas dan lubang menganga hingga 30centimeter.
Kerusakan jalan makin parah ketika memasuki jalan di Desa Penyandingan, Kecamatan Teluk Gelam, Desa Sugiwaras dan Tanjung Lubuk Kecamatan Tanjung Lubuk.
Kendati sudah diinformasikan ke Dinas PUBM OKI, namun sampai saat ini belum ada tanda perbaikan. Oleh warga setempat, dengan cara swadaya memperbaiki jalan rusak dengan menimbun lubang menggunakan tanah dan pasir seadanya. Sayangnya, upaya warga justru makin memperparah kondisi jalan.
“Banyak anak sekolah yang menangis karena sering telat masuk sekolah. Itu karena terjadinya kemacetan dijalan rusak. Sebagian jalan disini nyaris putus sehingga kendaraan hanya bisa melintasi satu jalur. Bahkan kendaraan bertonase berat kerap terjebak dilubang sehingga tidak bisa keluar. Makanya sering macet, akhirnya kena imbas semua, termasuk anak sekolah,” kata Wanadi, warga Desa Tanjung Lubuk, OKI, Senin (21/11).
Menurut dia, memang ruas jalan ini kerap dilintasi kendaraan berat, seperti dump truck bermuatan pasir hingga fuso. Kerusakan jalan diperparah dengan kondisi hujan yang mengguyur OKI dalam beberapa hari terakhir.
Dia hanya meminta pemerintah segera memperbaiki jalan rusak ini dengan harapan menunjang kelancaran aktivitas sehari-hari.
“Akibat jalan rusak ini, banyak pengemin yang meminta-minta. Kalau malam sangat rawan kriminalitas,” akunya.
Menyikapi hal itu, Kepala Dinas PUBM OKI, Hafiz membenarkan adanya kerusakan jalan tersebut. Hanya saja jalan itu merupakan jalan provinsi dan menjadi tanggungjawab provinsi.
“Kami sudah koordinasi dan laporkan perihal kerusakan jalan itu. Tinggal menunggu action saja. Saya kira Kepala PUBM Sumsel Syamsul Bahri akan cepat merespon kerusakan jalan di OKI. Kan beliau paham dan mengetahui kondiai jalan di OKI karena beliau pernah menjadi Kepala Dinas PUBM OKI,” jelasnya.(Romi Maradona).












