Berita Daerah

Petani Musirawas Musnahkan Ratusan Ribu Hama Tikus

195
×

Petani Musirawas Musnahkan Ratusan Ribu Hama Tikus

Sebarkan artikel ini
unnamed
pemkab muba pemkab muba

Petani Musirawas Musnahkan Ratusan Ribu Hama Tikus MUSIRAWAS I Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Musirawas bersama dengan kelompok petani, terus melakukan upaya pengendalian hama tikus dengan cara kegiatan gobyokan sepanjang tahun. Hasilnya, sudah ratusan ribu hama tikus dibunuh sejak Januari hingga sekarang.

“Pengendalian dilakukan terus sepanjang tahun, dengan cara dikejar, digebuk. Itulah paling efektif. Ratusan ribu sudah kita bunuh, mulai dari Januari sampai yang sekarang ini, tapi tetap saja menyerang,” ungkap Kepala Bidang Produksi Tanaman Pangan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Musirawas, Tohirin.

Menurutnya, pelaksanaan gobyokan terus dilakukan petani. Itu guna mengantisipasi agar hama tikus tidak merusak padi milik petani disawah. Selain itu, juga mengantisipasi agar hama tikus tidak berkembang biak.

“Tikus kalau banjir, justru dia bersembunyi, karena takut kalau kondisi air sawah tinggi,” kata dia.

Dijelaskannya, selain hama, banjir juga menjadi permasalahan petani, karena sempat merendam sejumlah area sawah di Kabupaten Musirawas. Dimana, total luas lahan sawah terdapat 20 ribu hektar di Musirawas.

“Itu tersebar di 13 Kecamatan. Dari jumlah tersebut, terdapat di enam kecamatan yang lahan sawahnya dianggap luas, yakni di Kecamatan Muara Beliti, Tugumulyo, Purwodadi, Megang Sakti, Sumber Harta dan STL Ulu Terawas. Yang sempat terendam banjir itu, 167 hektar di Kecamatan Megang Sakti,” jelasnya.

Sedangkan untuk sawah lainnya, diakui Tohirin rata-rata juga terkena banjir. Namun, tidak terlalu berpengaruh, karena sifatnya hanya sebentar.

“Seperti di Sumber Harta dan Purwodadi banjir juga, tapi padinya sudah mulai panen, jadi tidak masalah. Kalau daerah yang baru tanam, itu tidak kena banjir,” jelasnya.

Di 2017, pihaknya berencana akan menambah area cetak sawah sekitar 700 hektar yang terbagi di Kecamatan STL Terawas, Megang Sakti, Sumber Harta, Purwodadi dan Tugumulyo.

“Disini masih ada lahan yang memenuhi syarat untuk dijadikan sawah. Sementara, sebelumnya di 2016 ini, kita telah mencetak sawah sekitar 500 hektar, yakni tersebar di Muara Kelingi, STL Terawas, Sumber Harta, Tugumulyo dan Muara Beliti,” ungkapnya. (Mulyadi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *