Berita Daerah

Tarif Naik, Management RSUD Kayuagung Berjanji Tingkatkan Pelayanan

152
×

Tarif Naik, Management RSUD Kayuagung Berjanji Tingkatkan Pelayanan

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba
Tarif Naik, Management RSUD Kayuagung Berjanji Tingkatkan Pelayanan
Management RSUD Kayuagung berjanji akan memperbaiki pelayanan yang selama ini dikeluhkan masyarakat.Fhoto : Romi Maradona

KAYUAGUNG I Management RSUD Kayuagung mengklaim penyesuaian tarif rawat inap berbagai kelas diupayakan dapat mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Penyesuaian tarif rawat inap ini sudah selayaknya dilakukan mengingat sudah 14 tahun Perda No 19/2002 tentang retribusi tarif RSUD tidak dilakukan penyesuaian.

“Kami akui biaya rawat inap di RSUD Kayuagung sangat murah bila dibandingkan dengan rumah sakit tipe C lainnya di Sumsel. Jika sekarang ini tahun 2016, harusnya sudah tiga kali adanya penyesuaian. Dalam aturannya saja, perda itu dapat dilakukan penyesuaian tiap lima tahun sekali. Tapi sejak 2002 hingga sekarang belum dilakukan penyesuaian. Kami anggap penyesuaian ini sah-sah saja dan sesuai dengan kondisi saat ini,” kata Direktur RSUD Kayuagung dr Dedi Sumantri didampingi Kabag TU RSUD Kayuagung Iskandar Fuad, Selasa (27/12).

Dia mengaku pihaknya mengajukan perubahan perda ke DPRD OKI sejak Juni lalu. Dalam ajuan itu, pihaknya mengusulkan berbagai penyesuaian diantaranya rawat inap kelas VIP dari Rp100.000 jadi Rp500.000. Kelas I dari Rp100.000 jadi Rp250.000. Kelas II dari Rp45.000 jadi Rp150.000 dan kelas III dari Rp25.000 ke Rp45.000.

Dia melanjutkan selama ini ada tiga sumber pemasukan RSUD yang telah menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yakni dari BPJS, Jamsoskes dan pasien umum. Sebenarnya penyesuaian bukan saja kenaikan tarif rawat inap saja yang dibahas, tapi juga ada tindakan yang rencana akan dimasukan seperti pelayanan hemodialisis atau cuci darah.

“Bayangkan saja, berdasar data sekitar 30% orang yang berobat cuci darah di rumah sakit Palembang berasal dari OKI. Makanya kami memasukkan layanan cuci darah yang didanai pihak rekanan dan diharap layanan cuci darah dapat beroperasi 2017 mendatang,” jelasnya.

Dia menuturkan adapun fasilitas tempat tidur RSUD Kayuagung capai 264 tempat tidur dengan rincian 16 tempat tidur kelas VIP, kelas I dan II ada 19 tempat tidur, kelas III ada 90 tempat tidur. Sementara sisanya tempat tidur di kebidanan, anak, bedah, ICU dan instalasi mata.

Disamping itu, RSUD Kayuagung didukung dengan sebanyak 561 pegawai dengan rincian 17 dokter spesialis, 8 dokter umum. Sedangkan sisanya pegawai bagian administrasi dan perawat, bidan, farmasi serta ditunjang lima unit ambulance.

Terkait apakah ada jaminan terhadap jenis pelayanan pasca penyesuaian tarif, lanjut dia, pihaknya optimistis akan memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat. Tahun 2017 nanti pihaknya akan lakukan akreditasi rumah sakit. Dari akreditasi itulah akan dijadikan sebagai tolak ukur kinerja RSUD.

“Untuk spesifikasinya seperti apa, nanti kami akan koordinasikan dengan management soal pemberlakukan tarif baru ini. Bisa jadi, kinerja bagus akan diganjar reward. Sedangkan kinerja buruk diganjar punishment berupa pengurangan renumerasi dan lainnya,” tuturnya. (Romi Maradona)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *