TEBING TINGGI I Dua anggota Polres Empat Lawang dari Satuan Intelkam menjadi korban penganiayaan berat, Kamis (29/12) sekitar pukul 23.30 WIB. Kedua korban yakni Bripda Asep Saputra (21) dan Bripda M Aziranda.
Informasi dihimpun, kedua anggota polisi saat itu sedang nongkrong di depan Kedai Kopi TN, Tanjung Beringin, Kecamatan Tebing Tinggi dalam rangka giat deteksi dini menjalang tahun baru di Kabupaten Empat Lawang. Mereka melihat ada seseorang laki-laki yang hendak ditabrak Mobil Avanza.
Kemudian mereka langsung melakukan pengejaraan terhadap mobil tersebut, setelah mobil berhasil diberhentikan tiba-tiba, sopir yang diketahui bernama Rustam (28) warga Sungai Langsat, Kecamatan Tebing Tinggi, Empat Lawang keluar dari mobil dan langsung melakukan penusukan dengan menggunakan senjata tajam jenis pisau kepada korban Bripda Asep Saputra dan Bripda Aziranda.
Atas kejadian tersebut Bripda Asep Saputra mengalami luka tusuk senjata tajam jenis pisau sebanyak satu tusukan di bagian pingang sebelah kiri dengan kedalaman 4 sentimeter dan Bripda Aziranda mengalami luka robek di bagian tangan kanan sebelah kiri akibat sabetan pisau pada saat melerai kejadian.
Setelah kejadian pelaku langsung ditangkap dan diamankan di Mapolres Empat Lawang guna dilakukan penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. Selain sopir satu penumpang juga diamankan yakni Mario (25), warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Tebing Tinggi.
Barang bukti yang diamankan pada saat dilakukan penangkapan terhadap pelaku diantaranya satu mobil Avanza warna Silver BG 2591 NH, satu buah senjata tajam jenis pisau dan juga ditemukan dua peket kecil shabu yang didapat di dalam mobil pelaku.
“Memang ada, pelaku sudah diamankan. Ada empat perkara yang dilakukan pelaku, penganiayaan, kepemilikan sajam, kepemilikan narkoba dan pengguna narkoba,” ujar Kapolres Empat Lawang AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Reskrim AKP Robinson.
Dijelaskannya, saat digeledah di dalam mobil ditemukan narkoba dan sajam. Diduga pelaku juga mengkonsumsi munuman keras (miras). Penganiayaan dilakukan diduga karena pelaku tidak terima pada saat di stop oleh anggota yang melakukan pengejaran terhadap mobil pelaku.
“Perkara ini akan dikembangkan lagi, pelaku sudah diamankan dan akan diperiksa lebih lanjut,” pungkasnya. (ridi)













