Endang berujar, Serapungan merupakan olah raga tradisional air khas Empat Lawang, karenanya, di tahun ini pihaknya akan mengadakan lomba Serapungan menjelang Hari Ulang Tahun (HUT) Ke 10 Kabupaten Empat Lawang pada April mendatang. “Lomba Serapungan InsyaAllah akan digelar karena sudah dianggarkan,” katanya.
Mengenai rute, lanjut Endang, masih seperti biasa, star lomba dari Pantai Desa Terusan Lama menuju garis finish di Jembatan Musi II. “Semua seperti biasa tidak ada perubahan,” sebutnya
Hanya saja, lanjut Endang, pihaknya akan lebih selektif memilih peserta yang akan mengikuti lomba, pihaknya tidak akan menerima peserta dibawah umur 17 tahun. “Kita sudah tahu lomba ini sangat dinanti masyarakat, peserta membludak, semua ingin ikut, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Yang pasti, syarat mutlak peserta harus diatas 17 tahun dan bisa
berenang pastinya, kalau dibawah umur 17 panitia tidak akan menerima,” tandasnya.
Sementara, Rico, Warga Tebing Tinggi, menyambut baik jika pihak pemerintah mengadakan Lomba Serapungan. “Sudah barang tentu masyarakat yang hidup di Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati ini menyambut gembira lomba Serapungan bakal digelar, sebab di tahun kemarin lomba ini tidak ada. Sudah seharusnyalah kita selaku para pewaris kebudayaan khas Empat Lawang, harus tetap menjaga dan melestarikan warisan orang terdahulu hingga akhir hayat dan mewariskannya ke anak cucu kita,” tukasnya.
Sekedari informasi, Serapungan merupakan olah raga air tradisional khas Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan. Olah raga ini mengandalkan dua buah bambu yang masing-masing berukuran 3 meter dengan diameter 20 cm, diikat dengan rotan dan tali. Olah raga ini
dapat dilakukan dengan cara seseorang tengkurap di bambu, kemudian berenang menyusuri sungai menggunakan kedua tangan sebagai dayungnya. Olah raga unik ini ternyata sudah dilakukan oleh masyarakat Kabupaten Empat Lawang sejak zaman dahulu.(RD)













