Berita Daerah

Takaran Pengisian BBM di SPBU Kayuagung Masih Wajar

206
×

Takaran Pengisian BBM di SPBU Kayuagung Masih Wajar

Sebarkan artikel ini
BBM
pemkab muba pemkab muba
Takaran Pengisian BBM di SPBU Kayuagung Masih Wajar
Dinas Perdagangan OKI bersama Pengelola SPBU 24.306.30 dan Intel Polres OKI saat melakukan uji tera.

KAYUAGUNG I Takaran pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM), baik premium, pertalite, pertamax dan solar di SPBU 24.306.30, Kecamatan Kota Kayuagung diklaim masih dalam batas toleransi. Hal itu terungkap usai dilakukannya tera ulang yang dilakukan Dinas Perdagangan OKI bersama Pengelola SPBU 24.306.30 dan Intel Polres OKI, Kamis (9/3).

Dalam pemeriksaan tersebut, dalam 20 liter yang dituang ke dalam bejana ukur hanya terdapat kekurangan yang masih dalam batas toleransi.

“Setelah diukur, ternyata masih dalam batas toleransi yakni uji tera pertamax 0, pertalite +10 dan -10 serta solar -10. Semua masih dalam batas toleransi. Batas toleransi dalam pengisian dalam 20 liter sekitar 100 mililiter atau 0,5 persen, sesuai dengan batas toleransi yang diizinkan berdasar UU Nomor 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal maksimal 0,5 persen,” jelas Sekretaris Dinas Perdagangan OKI, Sunadi didampingi Harun.

Hasil tera ulang ini, kata dia, sama seperti tera ulang yang dilakukan tahun 2016 lalu.

Dia berharap masyarakat tidak panik dengan isu berkurangnya takaran pengisian. Sebab, pihaknya telah melakukan pemeriksaan dan hasilnya masih dalam batas toleransi.

“Tera ulang ini dilakukan sekali dalam setahun. Sekarang kabupaten dan kota memiliki kewenangan untuk melakukan tera ulang. Selama ini kewenangan itu dipegang provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Pemilik SPBU 24.306.30 Kayuagung, H Ismail menambahkan sebelumnya tera ulang sudah dilakukan Juni 2016.

“Kami berinisiasi menyurati Dinas Perdagangan untuk lakukan tera ulang. Dengan bersama melakukan tera ulang, diharapkan tidak ada hal yang perlu ditutupi. Alhamdulillah hasilnya sama seperti tahun lalu yakni masih dalam batas toleransi,” katanya.

Dia menduga ada pihak tertentu yang mencoba melemparkan isu yang menyatakan bahwa SPBU ini melakukan kecurangan.

Saat ini, katanya, pihaknya mendapatkan suplai dari Pertamina mencapai 8kiloliter untuk premium, solar 8kl, pertamax dan pertalite tanpa batasan. Sementara dalam sehari pihaknya mampu merealisasikan penjualan premium hingga 8kl, solar 3kl, pertalite dan pertamax 10kl.

“Untuk penjualan pertalite juga dinilai minimum. Sebab target minimal dipasang Pertamina 11kl untuk pertalite. Memang kondisi daya beli masyarakat saat ini sangat lemah sehingga berdampak terhadap penjualan,” katanya. (Romi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *