KAYUAGUNG I Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) mengimplementasikan program klinik pengadaan untuk memberikan ruang bagi seluruh pemangku kepentingan seperti internal SKPD, kontraktor maupun masyarakat umum lainnya untuk mengetahui perihal tentang pengadaan barang dan jasa.
Noveriansyah Kepala Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa mengatakan, Program Klinik Pengadaan ini dilaksanakan setiap hari jumat dengan tujuan untuk memberikan pemahaman tentang pengadaan. “Program ini baru dilaksanakan tahun ini kita ajak semua pemangku kepentingan termasuk siapapun yang membutuhkan informasi,”terangnya.
Katanya, program ini dilakukan untuk memenuhi keinganan pemerintah guna memperhatikan pengusaha-pengusaha lokal agar terlibat dalam pengadaan barang dan jasa. “Kita siap memberikan pemahaman bagi pengusaha lokal yang ingin mencoba untuk ikut dalam pengadaan barang dan jasa,”jelasnya.
Noveriansyah mengatakan, dari 44 lembaga Pengadaan terbaik di Indonesia, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) termasuk didalamnya. ” Bagian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa OKI merupakan salah satu lembaga yang menjadi pilot project dari LKPP pusat,”katanya.
Bupati OKI, Iskandar SE berharap agar pengusaha lokal juga terlibat dalam sistem pengadaan barang dan jasa khususnya dibidang insfrastruktur. ” 80 persen peredaran uang dibidang pengadaan barang dan jasa sangat sedikit sekali keterlibatan pengusaha lokal yang memenangkab proyek berskala besar,”kata Bupati.
Iskandar menyatakan selama ini proyek strategis yang digalakkan pemerintah tidak dinikmati para pengusaha lokal yang kecil maupun menengah karena mereka gugur bersaing.
“Minimal kalau membuat power plan mereka dapat bagian untuk penyediaan atau bagian lain yang mereka mampu laksanakan,” kata dia. (Romi)













