Meski bertandang ke Provinsi Bengkulu, tak membuat mental bocah kelahiran Tebing Tinggi 05 Februari 2003 ini gentar menjajal kemampuan para pecatur junior handal di daerah yang dijuluki Bumi Raflesia tersebut. Siapa sangka, buah hati dari pasangan Ahmad Zahri dan Erna Pujiarti ini sudah banyak jam terbang di olahraga catur, sejumlah turnament baik skala lokal, regional, dan nasional sudah perah dijelajahinya. Maka tak heran, sejumlah trohpy, mendali, dan piagam menghiasi lemari putra bungsu dari tiga bersaudara tersebut
Terbaru ini, pecatur muda pengagum GM Magnus Carlsen tersebut berhasil membawa pulang mendali Emas ke Bumi Saling Keruani Sangi Kerawati pada Turnament Catur Kapolda Cup 2. Di tujuh babak pertandingan, Rama mampu memetik nilai sempurna dengan point 6,5.
“Alhamdullillah prestasi ini tentu dari Allah SWT. Keberhasilan ini tidak terlepas dari doa Ayah dan Ibu Saya. Terlebih suport dari pelatih Saya sendiri. Mudah-mudahan prestasi ini kiranya memberi inspirasi ke pada para pecatur muda di Empat Lawang,” kata Triyoga, Senin (22/5).
Kendati disibukan dengan Catur, namun bagi Rama, pendidikan adalah nomor satu. “Catur memang sudah menjadi kehidupan Saya, akan tetapi dunia pendidikan tetap diprioritaskan,” imbuhnya
Ayahanda Triyoga, Ahmad Zahri, merasa besyukur atas prestasi yang sudah diraih sang buah hati. “Alhamdulillah, kami bahagia dan bangga anak kami mengukir prestasi dan mampu mengibarkan bendera Empat Lawang di Bengkulu. Tentu kebahagiaan yang kami rasakan ini tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” katanya
Ahmad Zahri berujar, masyarakat Empat Lawang sangat mengapresiasi atas keberhasilan anaknya, itu terlihat saat Dirinya mengupload sejumlah foto di media sosial. “Alhamdulillah banyak yang respons dan mengucapkan selamat ke Rama, kami sangat terharu, ke pada masyarakat Empat Lawang terimakasih banyak sudah memberikan apriasiasinya,” tandasnya
Selaras diungkap, pelatih Triyoga, Kemas Umar Dani, merasa bangga atas prestasi anak didiknya di olah raga catur. “Yang pasti Saya selalu nasihati ke pada Rama jangan pernah merasa puas atas apa yang sudah diraih. Tetaplah rendah diri, jadikan kemenangan sebagi pemacu untuk lebih bersemangat lagi dalam mengukir prestasi di luar sana,” tukasnya. (Ridi)













