TEBING TINGGI I Realisasi program Raskin atau biasa disebut Rastra di Empat Lawang tahun 2017 baru mencapai 50 Persen. Hal ini diungkap Kabag Perekonomian dan Pembangunan Setda Empat Lawang, Marwan Effendy, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Monitoring dan Evaluasi Pelaksanaan Raskin di Empat Lawang tahun 2017, di ruang rapat Setda Empat Lawang, Selasa (24/10).
“Untuk di Empat Lawang sendiri ada tiga kecamatan dalam penyaluran rastra yang masih rendah yakni Kecamatan Talang Padang, Ulu Musi, dan Sikap Dalam,” kata Marwan.
Marwan berujar, sejauh ini pihaknya sudah menerbitkan Surat Permintaan Alokasi (SPA) Raskin sampai bulan September. “Untuk Oktober-Desember akan kita keluarkan dalam waktu dekat. Kita optimis tahun ini distribusi raskin capai 100 persen, karenanya perlu kerjasama yang baik untuk mencapai itu semua,” tandasnya
Asisten II Bidang Perekonomi dan Pembangunan Setda Empat Lawang, Susyanto Tuntut, menyarankan, guna melakukan percepatan realisasi raskin 100 persen, perlu adanya kiat dan trik khusus yang harus diterapkan. “Sepertinya harus ada kiat khusus agar beras yang sudah disbusidi pemerintah ini bisa terealiasi 100 persen,” katanya
Sementara, Tim Tikor Pusat, Tri Wido Wati, menyebut, dalam program rastra Empat Lawang merupakan daerah terendah dalam penyaluran raskin. “Proram rastra ini dipantau langsung oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Ibu Puan Maharani. Dan kita ada laporannya mengenai penyaluran rastra dan itu ngelink (tersambung-red) langsung ke Pak Jokowi. Dan kami lihat Empat Lawang terendah dalam penyaluran rastra, mangkanya kami turun langsung,” katanya
Pihaknya meminta ke pada pemda setempat untuk melakukan percepatan dalam penyaluran rastra ke masyarakat. “Mohon bantuan program rastra ini agar dilakukan percepatan dalam distribusinya. Dan untuk infomrasi saja, di 2018 program rastra akan berubah menjadi Bantuan Sosial (Bansos) Natural, intinya, agar masyarakat penerima rastra lebih dipermudah, ini sedang digodok mekanismenya,” sebutnya
Kepala Bulog Sumsel, H Bakhtiar, menyebut, untuk di Sumsel sendiri baru 86 persen realisasi serapan rastra. “Program ini sudah 18 tahun berjalan dan baru kali ini ada sedikit masalah. Memang banyak persoalan yang terjadi dilapangan, karenanya kita duduk bersama ini untuk menyelesaikan itu semua. Harapan kita, capaian rastra bisa seperti tahun sebelumnya mencapai 100 persen,” pungkasnya (Ridi)













