Berita Daerah

Pelaku Pengeroyokan Siswa SMK Dibekuk

246
×

Pelaku Pengeroyokan Siswa SMK Dibekuk

Sebarkan artikel ini
IMG-20171114-WA0017
pemkab muba pemkab muba
Pelaku Pengeroyokan Siswa SMK Dibekuk
Kedua tersangka (hadap belakang) saat diamankan di Mapolres Empat Lawang.

TEBING TINGGI I Pelaku pengeroyokan yang menewaskan pelajar SMK Negeri 2 Empat Lawang, Randi Aprizal (17) warga Desa Lubuk Layang, Kecamatan Pendopo akhirnya berhasil diamankan anggota Satreskrim Polres Empat Lawang. Pelakunya dua orang yang merupakan adik kakak LW (17) dan ES (18) warga Desa Gunung Meraksa Baru, Kecamatan Pendopo.

Pelaku LW ditangkap pertama kali, Senin (13/11) sekitar pukul 16.00 WIB di bedeng bata milik orang tuannya, belakang SDN 3 Pendopo, Desa Gunung Meraksa. Kemudian setelah berhasil ditangkap dan diamankan, pelaku dibawa ke Mapolres Empat lawang guna dilakukan pemeriksaan secara intensif.

“Setelah kejadian pengeroyokan, pelaku ini diantar pulang kerumahnya oleh seorang guru. Kemudian disuruh oleh keluarganya untuk melarikan diri ke bedeng bata. Anggota Polsek Pendopo di Back Up Tim Buser Sat Reskrim Polres langsung melakukan penangkapan,” ujar Kapolres Empat Lawang, AKBP Bayu Dewantoro melalui Kasat Reskrim, AKP Robi Sugara, Selasa (14/11).

Setelah dilakukan intrograsi, lanjut Robi, pelaku mengakui telah melakukan penganiayaan bersama dengan kakaknya ES dengan bersama sama mengeroyok atau memukul korban dengan kayu pada bagian kepala sehingga akhirnya korban di bawa ke RS Pratama Pendopo dan meninggal. “Pelaku ES yang memukul korban di bagian kepala,” jelasnya.

Mendapat informasi tersebut, esok harinya, Selasa (14/11) sekitar pukul 04.00 WIB pelaku ES ditangkap dirumahnya dan langsung dibawa ke Mapolres Empat Lawang untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Selain kedua pelaku, pihak Polres juga mengamankan kayu yang digunakan pelaku dan pakaian milik korban.

“Kedua pelaku masih dibawa umur dan berstatus pelajar di SMK Negeri 2 Empat Lawang. Pelaku untuk sementara dijerat pasal 170 ayat 2 ke 3 KUHP tentang tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia,” bebernya.

Robi menjelaskan, kejadian terjadi saat pulang sekolah, saat itu korban sedang melerai perkelahian temannya yang lain. Tiba-tiba pelaku ES datang dengan membawa sebatang kayu dan memukul kepala bagian belakang korban hingga jatuh dan terguling dengan posisi badan tertelungkup.

Korban seketika pingsan di bawah pohon kopi, mengetahui ada kejadian itu, siswa SMK yang lain yang sedang duduk langsung mengangkat korban ke rumah salah satu warga. Setelah itu korban dibawa ke RS Pratama Pendopo untuk diberikan pertolongan, keluarga korban juga datang ke RS Pratama. Namun nyawa korban tidak tertolong lagi.

Ketika ditemui di Mapolres, LW mengaku sebelum kejadian itu, ia dan siswa lainnya cek-cok mulut di ruang kelas hingga berlanjut saat pulang sekolah. Namun sebelum berkelahi saat pulang sekolah, ia minta bantuan kakaknya.

“Aku ke toilet sekolah lalu minta tolong kawan untuk manggil kakak karena saya mau berkelahi,” kata siswa kelas XI jurusan Teknik Sepeda Motor (TSM)

Ketika pulang sekolah, mereka keroyokan sedangkan saya hanya dibantu kakak saya. Bahkan korban juga sempat memukulnya. “Mereka keroyokan, setelah itu kakak bantui,” katanya.

Sedangkan ES mengaku, korban sempat memukulnya. Setelah itu ia lari dan menemukan kayu di dekatnya. “Kayu itu saya ambil, saya kejar korban dan pukul sekali. Korban jatuh. Saya tahu kalau korban dibawa ke rumah sakit. Setelah saya di rumah baru dapat kabar korban meninggal,” aku siswa jurusan Adminitrasi Perkantoran (AP) kelas XI. (ridi).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *