KAYUAGUNG I Pembangunan proyek Jalan Sepucuk Kecamatan Kota Kayuagung terutama di KM 6 dari Jembatan Mangunjaya-Kotaraya diduga dikerjakan asal jadi, pasalnya, proyek pembangunan yang informasinya menggunakan dana APBD tahun 2016 melalui dinas PU dan Penataan Ruang tersebut kondisinya sudah banyak yang mengalami kerusakan dibeberapa titik.
Pantauan dilapangan, Senin (20/11/2017), konstruksi jalan yang dibangun dengan cor beton bertulang tersebut sudah mengalami kerusakan dibeberapa tempat, campuran semen dan pasir yang tidak seimbang diduga menjadi penyebab jalan tersebut cepat mengalami kerusakan.
Selain itu, besi-besi yang digunakan untuk menahan cor beton kondisinya sekarang sudah mulai menjorok keluar karena memang terbenam tipis diatas permukaan jalan, hal ini dikhawatirkan akan membuat ban kendaraan akan bocor atau pecah kerena tertusuk besi tersebut.
Namun besi tersebut juga terlihat kecil dan tidak diikat serta tidak sesuai jika dibandingkan dengan konstruksi jalan cor beton terutama untuk wilayah sepucuk.
Menurut salah seorang warga, Supardi dirinya sering kali melintasi jalan tersebut karena kebetulan merupakan akses untuk menuju ke kebun miliknya, namun dirinya merasa janggal melihat jalan yang belum setahun dibangun sudah mengalami kerusakan.
“Kalau saya tidak salah itu tahun 2016, namun sekarang kondisinya sudah rusak. Bukan hanya itu saya melihat sepertinya jalan itu dikerjakan asal jadi,”katanya.
Menurut Supardi, selain cor beton yang terlihat kebanyakan pasir dari semen, besi yang digunakan untuk mengikat cor beton juga terlihat kecil dan dirasakan tidak sesuai untuk konstruksi jalan sepucuk yang menghubungkan 5 kecamatan.
“Inikan jalan poros yang melewatinya berbagai kendaraan, kalau dilihat dari ukuran besinya sepertinya tidak sesuai, namun saya tidak tahu persisnya dan yang lebih tau adalah kontraktor dan dari Dinas PU,” Katanya.
Lebih lanjut Supardi mengatakan, kondisi tersebut akan semakin parah karena kondisi kendaraan yang melintas juga akan semakin banyak dan cuaca hujan akan semakin mempengaruhi kondisi jalan tersebut.
“Kalau memang itu dikerjakan tidak sesuai dengan ketentuan maka pihak kontraktor harus bertanggungjawab, sebab jalan itu merupakan urat nadi masyarakat,” Katanya.
Kepala Dinas PU dan Penata Ruang Ir H M Hapis MM melalui sekretarisnya H Sujasmin mengatakan, tidak benar bahwa besi jalan sepucuk menggunakan besi kecil, sebab besi yang digunakan minimal 10 inci.
Menurutnya, jalan tersebut mengalami kerusakan karena intensitas kendaraan yang melintas lebih tinggi, salah satunya adalah kendaraan yang membawa material pembangunan jalan tol.
“Jalan itu rusak karena ada pembangunan tol, dan pihak waskita selaku pelaksana sudah melakukan survey dan menyatakan siap untuk melakukan perbaikan,” katanya.
Ditambahkannya, konstruksi jalan sepucuk yang mengalami kerusakan memang konstruksi berbeda dengan konstruksi jalan yang lain, sebab cor beton tersebut hanya dibuat satu lapis dan tipis, demikian juga dengan besi penahan cor beton hanya dibuat satu lapis.
“Proyek jalan itu tahun 2014, kita bangun pada saat lokasi itu sedang banjir, pertimbangannya hanya dibuat satu lapis untuk mengejar volumenya agar bisa lebih panjang,” kata Jasmin. (Romi)












