Berita Daerah

Berbobot 800 gram Bayi Malang ini Dirawat Intensif

209
×

Berbobot 800 gram Bayi Malang ini Dirawat Intensif

Sebarkan artikel ini
pemkab muba pemkab muba

Berbobot 800 gram Bayi Malang ini Dirawat Intensif Ogan Komering Ilir I Kania, bocah malang asal Desa Pedamaran IV Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), terbaring lemah di Sal Anak RSUD Kayuagung, Jumat (23/2).

Anak kedua pasangan Santi dan Depiansyah ini lahir prematur, di saat usia kandungan sang ibu baru memasuki 8 bulan. Memang jalannya persalinan lancar, namun kondisi Kania sangat memprihatinkan.

Bayi perempuan yang berusia 52 hari tersebut hanya memiliki berat badan 800 gram. Hingga kini bayi mungil ini masih menjalani perawatan intensif di dalam Incubator. Dokter spesialis anak yang merawatnya pun harus ekstra mengawasi perkembangan balita ini.

Santi, sang ibu anak ini saat disambangi awak media terlihat begitu tegar menghadapi semua cobaan yang dihadapi. “Bagaimana pun kondisinya, dia (Kania-red) tetap anak saya, saya harus tetap memberikan kasih sayang,” ucapnya.

Santi menceritakan, awal mula lahirnya Kania harus dalam keadaan prematur, dikarenakan kondisi dirinya dan janin terancam. Ketika usia kehamilan tiga bulan sempat mengalami pendarahan.

“Namun  kejadian tersebut hanya terjadi satu kali saja dan sempat melakukan pemeriksaan ke klinik. Hasilnya ketika sudah diperiksa, kandungan dalam keadaan baik-baik saja, sehingga saya tidak terlalu mengkhawatirkan kesehatan kandungan,” jelasnya.

Dengan kondisi demikian, Santi  berharap adanya uluran tangan dari  para dermawan terutama untuk proses pengobatan, agar Kania bisa tumbuh normal seperti anak-anak lain seusianya.

“Kalau sekarang ini pengobatan masih menggunakan Jamkesmas. Kita ingin pengobatan yang lebih baik, agar anak saya segera sehat,” terang Santi sembari mengatakan, untuk biaya makan sehari-hari dirinya mengandal uang dari hasil gaji sang suami sebagai karyawan swasta.

“Suami saya hanya seorang karyawan swasta, gajinya tidak seberapa, sementara saya seorang ibu rumah tangga yang tidak memiliki penghasilan dan tidak bisa bekerja karena harus menjaga Kania,” ucap Santi sembari mengatakan, Kania telah menjalani perawatan di RSUD Kayuagung selama 2 bulan.

Sementara Direktur RSUD Kayuagung, dr H Fikram didampingi dr Dian yang merawat Kania menjelaskan, pihaknya berusaha semaksimal mungkin melakukan penanganan kepada Kania, agar yang bersangkutan dapat tumbuh normal seperti anak lainnya.

“Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, rencananya Kania akan kita rujuk ke Rumah Sakit di Palembang, agar bisa ditangani lebih intensif lagi,” pungkasnya (Romi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *