Berita Daerah

Polres OKI, Siagakan Satu Polisi di TPS yang Dianggap Rawan

151
×

Polres OKI, Siagakan Satu Polisi di TPS yang Dianggap Rawan

Sebarkan artikel ini
IMG-20180625-WA0058
pemkab muba pemkab muba

Ogan Komering Ilir I Tempat Pemungutan Suara (TPS) menjadi salah satu titik yang cukup rawan terjadi keributan. Mengantisipasi terjadi keributan dan berbagai hal yang tidak diinginkan, Kepolisian Resor (Polres) Ogan Komering Ilir (OKI) menempatkan satu anggotanya di beberapa TPS yang dianggap rawan.

Beberapa TPS yang dianggap rawan tersebut diantaranya di wilayah perairan. “Jadi saat pendistribusian, ada sekitar 22 desa dari empat kecamatan yang dikirim (logistik Pilkada) melalui perairan. Tempat-tempat ini dianggap rawan sehingga ditempatkan satu polisi per-TPS,” kata Kapolres OKI, AKBP Ade Harianto SH MH usai apel pergeseran pasukan di Sekretariat Pemda OKI, Senin (25/6).

Menurutnya, kerawanan ini juga mengingat selain jangkauan ke lokasi yang sulit, juga disertai komunikasi yang sulit. “Komunikasikan setiap yang terjadi. Silahkan difoto momen-momen yang terjadi di lapangan,” ungkap Kapolres.

Dirinya menegaskan, penggunaan kekuatan represif secara berlebihan dalam bertugas juga tidak dibenarkan. Menurutnya, kekuatan represif ini hanya digunakan jika terjadi hal yang mendesak seperti adanya ancaman teror.

“Karena ancaman teror ini tidak ada keraguan, Kapolri mengatakan ada ancaman terkait Pilkada ini, dan sekarang Densus 88 sudah bekerja untuk mengeliminir,” tegasnya seraya menambahkan agar polisi dapat menggunakan pendekatan persuasif jika terjadi masalah.

Tak hanya itu, Kapolres juga menegaskan agar dalam bertugas polisi dapat menjalankan tugas secara netral. “Ini pertaruhan kita selaku pengaman, memang indikator OKI bukan wilayah rawan. Yang ditugaskan bertanggungjawab penuh atas kotak suara baik mulai dari pendistribusian hingga nanti kembali,” terangnya.

Ditambahkan Dandim 0402 OKI-OI, Letkol Inf Seprianizar SSos bahwa, ini bukan pilkada yang pertama sehingga masing-masing seharusnya sudah tahu tugas dan fungsinya. “Kita harus betul-betul jaga netralitas itu, laksanakan tugas sebaik-baiknya,” singkatnya.

Sementara itu, terkait pengamanan ini ketua KPU OKI, Dedi Irawan mengungkapkan agar polisi tidak masuk dalam TPS. “Karena ditakutkan ini dijadikan bukti seolah ada intervensi dari pihak kepolisian. Karena ini pernah terjadi di tempat lain,” ungkapnya. (Romi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *