Berita Daerah

Ini Saran Cik Ujang untuk Petani Kopi di Lahat

228
×

Ini Saran Cik Ujang untuk Petani Kopi di Lahat

Sebarkan artikel ini
IMG-20200311-WA0052
pemkab muba pemkab muba

Lahat | Saat ini banyak orang sukses secara ekonomi dengan berbisnis kopi.  Baik mengolah biji kopi atau dengan bisnis bubuk kopi. Kenikmatan dari kopi akan terasa jika kopi tersebut diolah secara baik,  berkualitas dan tentunya menarik.  

Motivasi tersebut disampaikan Bupati Lahat,  saat membuka Festival Kopi tahun 2020, di halaman parkir Gedung Kesenian Lahat,  Rabu (11/3).

Dikatakanya,  Kabupaten Lahat merupakan salah satu penghasil kopi terbanyak di Sumsel.  Bahkan, mayoritas warga merupakan petani kopi. Ini, menjadi modal besar bagi warga untuk menjadikan kopi sebagai hasil pertanian yang mendatangkan uang.  Namun, agar mendapatkan hasil yang banyak dan bernilai jual kopi harus diolah secara baik.  

“Ya saat kita berikan motivasi kepada warga untuk terus menanam kopi. Pangsa pasar kopi ini sangat besar setiap hari orang ngopi tak hanya di Indonesia namun di dunia.  Potensi ini harus dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian warga itu sendiri. Kalau diolah dengan baik petani akan merasakan nikmat dari berkebun kopi. Secangkir kopi saja kalau di kota besar apalagi di hotel harganya tinggi, “ujar Cik Ujang,  usai mengelilingi stand peserta festival kopi. 

Maksud diolah dengan baik,  disampaikan Cik Ujang seperti proses pemetikan yang harus memastikan jika buahnya sudah merah atau masak.  Begitu juga dengan proses penjemuran, penggilingan dan proses lain jangan asal saja sehingga kopi yang dihasilkan bernilai jual rendah.  Pemkab Lahat sendiri, ujarnya siap membantu petani baik itu dalam hal pemasaran maupun pembinaan dengan penyuluhan.

“Target kita kopi asal kabupaten Lahat bisa menembus pangsa pasar nasional,”ujarnya.  

Sementara,  Pelaksana festival Kopi yang juga ketua PKK Lahat,  Lidyawaty Cik Ujang mengungkapkan festival kopi tersebut untuk mengangkat potensi kopi yang ada di Lahat.  Pemenang lomba, juga akan diikutsertakan dalam festival kopi di TMII Jakarta. “Nah kan terlihat kualitas dan kreatifitas petani kopi di kecamatan dengan adanya festival kopi ini,”terang Lidyawaty.  

Menurutnya,  apa yang disuguhkan dalam festival tersebut bisa dikembangkan oleh warga seperti adanya kopi rasa durian,  kopi rasa jahe, jenis jenis kopi. Tak hanya itu, kemasan juga jika dikemas dengan baik akan memicu daya tarik bagi warga untuk membelinya.  “Makanya melalui festival ini akan lahir kretifitas dan produktifitas bagi petani. Kopi Lahat ini nikmat tinggal diolah dengan baik sehingga punya nilai jual, “ujarnya.

Sementara,  dalam festival tersebut berbagai jenis kopi dan racikan ditampilkan para peserta untuk memikat para dewan juri. (SFR)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *