Berita Daerah

Hadapi Karhutla, Sekda Muara Enim Sebut Pentingnya Pembuatan Embung

159
×

Hadapi Karhutla, Sekda Muara Enim Sebut Pentingnya Pembuatan Embung

Sebarkan artikel ini
IMG-20200528-WA0051
pemkab muba pemkab muba

Muara Enim | Sekretaris Daerah Kabupaten Muara Enim, H Hasanudin menyebut untuk menghadapi karhutla selain peralatan lengkap dan siap pakai, pembuatan Embung (Cekungan penampungan air) minimal 50 titik dengan jarak 50 meter diantara Embung di daerah rawan terjadi Karhutla yakni Kecamatan Gelumbang, Sungai Rotan dan Muara Belida sangat di perlukan.

Hal ini disampaikannya saat memimpin rapat Persiapan Menghadapi Musim Kemarau dan Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Asap akibat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), bersama Kasdim 0404 Muara Enim dan Wakapolres Muara Enim, , Kamis (28/05/2020).

Menurut Sekda, Terhitung tanggal 02 Juni s.d 31 Oktober 2020 sesuai kesepakatan bersama ditetapkan sebagai tanggal penetapan status siaga darurat bencana asap akibat Karhutla.

“Untuk itu pihaknya akan segera melaksanakan pembentukan Posko Komando/ Gugus Tugas penanganan Karhutla mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan sampai tingkat Desa,”ucapnya.

Katanya, dengan dipersiapkannya lebih awal maka penyelesaian karhutla dapat diselesaikan dengan cepat.

Hal senada juga disampaikan Wakapolres Muara Enim, Ia setuju kalau penetapan status siaga dimulai tanggal 02 Juni ini, mengingat hal tersebut akan menjadi dasar percepatan persiapan operasi terkait penanganan Karhutla ini.

Dari pengalaman sebelumnya yang tak kalah penting yakni Posko yang lengkap dengan monitoring, baik mengenai arah angin, titik api dan hal terkait lainnya.

“Kemudian tempat rapat khusus Karhutla guna untuk mempermudah koordinasi, Sebaiknya di sekitaran lokasi daerah rawan karhutla,” saran Wakapolres.

Sedangkan Kasdim 0404 Muara Enim menyarankan, agar di setiap Desa yang daerahnya rawan terjadi Karhutla agar dibentuk tim penanganan Karhutla sehingga diwaktu terjadi Karhutla tim tersebut bisa langsung bergerak tanpa menunggu tim dari Kabupaten. “Dengan asumsi, belum sempat menyebar Karhutla tersebut sudah bisa teratasi,”terangnya. (Rahmad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *