BANGKA | Kebutuhan bawang merah bagi masyarakat di Kabupaten Bangka mencapai angka 942,5 ton per tahun. Sementara kebutuhan per kapita per tahun 2,9 kilogram.
Kepala Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Bangka Elius Gani menyampaikan, kebutuhan ini didapat dari jumlah kebutuhan per kapita bawang merah masyarakat Kabupaten Bangka sekitar 2,9 kg per kapita per tahun.
“Sedangkan jumlah penduduk Kabupaten Bangka saat ini 325.000 jiwa. Sehingga perkiraan jumlah kebutuhan bawang merah di Kabupaten Bangka sekitar 942,5 ton per tahun,” kata Elius.
Elius menambahkan, saat ini para petani bawang merah di Kabupaten Bangka baru menghasilkan 8.831 kg atau 8,9 ton. Sehingga masih banyak kekurangan produksi bawang merah lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bangka.
“Peluang bawang merah lokal untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Kabupaten Bangka artinya masih terbuka lebar. Tentunya ini merupakan peluang usaha yang sangat menjanjikan apalagi harga bawang merah di pasar saat ini rata-rata berkisar Rp 37.000 per kg,” bebernya.
Apakah peluang bisnis bawang merah ini menjanjikan? Ujar Elius, dicontohkan lahan seluas 0,3 hektare saja bisa menghasilkan 2 ton bawang. Berarti petani bisa mendapatkan Rp 60 juta, setelah dikurangi biaya bibit dan produksi sekitar Rp 25 juta hingga Rp 30 juta.
“Jadi petani bisa mendapatkan keuntungan setengahnya sekitar Rp 30 jutaan,” jelas Elius Gani.
Kabupaten Bangka sendiri saat ini mulai mengembangkan bawang merah yang ditanam dari umbi. Ada 15 titik lokasi yang ditanam di semua kecamatan Kabupaten Bangka. (Doni)













