Lahat, – Sawah seluas 70 hektar di Desa Tanjung Tebat dan Desa Nantal, Kecamatan Lahat Selatan, Kabupaten Lahat, diakhir tahun ini tak bisa digarap. Dikarenakan, irigasi yang mengaliri sawah diantara dua tersebut, patah sepanjang 5 meter.
Mengetahui kabar tersebut, Wakil Bupati Lahat, Widia Ningsih SH MH, langsung meninjau lokasi. Dari yang ia lihat, irigasi tersebut patah karena sudah dimakan usia. Mengingat irigasi itu dibangun sejak tahun 1990 silam.
“Kondisi irigasinya memang sudah harus dimakan usia. Sudah sangat wajar untuk diperbaiki,” ujarnya, Senin (24/11/2025).
Widia Ningsih menyebut, perbaikan irigasi tersebut akan dimasukkan dalam anggaran tahun 2026. Karena itu, untuk sementara, akan dilakukan perbaikan seadanya. Seperti yang dilakukan masyarakat setempat, menutupi patahan dengan karung berisi pasir, sehingga air jadi terbendung dan tetap bisa mengalir melalui irigasi.
“Nanti akan diperbaiki dengan kokoh, agar kedepan irigasinya tahan berpuluh tahun, sehingga Kabupaten Lahat tetap bisa menjadi daerah penghasil padi terbesar di Provinsi Sumatera Selatan,” ucapnya.
Widia juga mengatakan, perbaikan dan pembangunan irigasi juga jadi fokus utama yang ia lakukan bersama Bupati Lahat, Bursah Zarnubi. Dikarenakan, kesejahteraan petani juga sangat bergantung pada baik buruknya irigasi yang ada.
“Bukan hanya bisa menghidupkan kembali sawah yang kekeringan air, dengan adanya pembangunan irigasi skala besar ini, juga dipastikan bisa mencetak areal persawahan baru di Kabupaten Lahat,” sampainya













