Musi Banyuasin

7 OPD akan Berkantor di Landscape KM 7,5 Jalan Poros

218

Empat Lawang – Sebanyak 6 (enam) unit kantor organisasi perangkat daerah (OPD) dalam lingkungan kerja Pemerintah Kabupaten Empat Lawang, saat ini dalam proses pembangunan di kawasan Jalan Poros Tebing Tinggi – Pendopo (Jalan Nurdin Panji), Km 7,5 Tebing Tinggi.

Enam unit gedung kantor tersebut antara lain, gedung kantor Dinas Pariwisata (Dispar), gedung kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag), gedung kantor Dinas Lingkungan Hidup (DLH), gedung kantor Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPMDP3A), gedung kantor Dinas Sosial (Dinsos) dan gedung kantor Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bankesbangpol).

“Jika semua gedung kantor itu selesai dibangun dan sudah difungsikan, maka ada 7 OPD di komplek perkantor yang saat ini kami menyebutnya landscape perkantoran KM 7,5 Jalan Poros,” ungkap Kadis PU dan Penataan Ruang Kabupaten Empat Lawang, Syarkowi Rasyid melalui Kabid Cipta Karya DPU dan Penataan Ruang Kabupaten Empat Lawang, Eri Apriansyah didampingi Kasi Cipta Karya, Wisnu Wardhana kepada wartawan di ruang tugasnya, Rabu (6/9).

Disampaikannya, selain membangun ke-enam gedung kantor di landscape KM 7,5 Jalan Poros Tebing Tinggi-Pendopo, pihaknya juga sedang membangun gedung kantor Dinas Polisi Pamong Praja Kabupaten Empat Lawang. Namun untuk kantor ini dikatakannya dibangun di depan kantor Bupati Empat Lawang.”Jadi, ada total 7 pembangunan kantor OPD. Tinggal 3 OPD lagi yang belum dibangun, yakni Dinas Perumahan dan Pemukiman, Dinas Komunikasi dan Informatika dan Dinas Ketahanan Pangan,” jelasnya.

Menurut Wisnu, di landscape KM 7,5 itu akan dibangun beberapa fasilitas pendukung, karena ada 7 OPD di sana dalam satu komplek. Salah satunya taman dan lapangan yang memungkinkan menjadi tempat apel bersama, meski di setiap kantor ada lapangan sendiri-sendiri.

“Komplek perkantoran ini juga nanti akan kita pagar mengelilingi komplek. Di luar pagar akan kita bangun jalan untuk masyarakat umum selebar 5 meter, kalau warga berkenan hibah tanah, kemungkinan bisa kita bangun 10 meter lebarnya. Namun yang pastinya akan tetap kita bangun 5 meter jalan terlebih dahulu,” imbuhnya.

Meski pembangunan perkantoran sudah berjalan sesuai harapan, saat ini kata Wisnu, pembangunan di landacape KM 7,5 Jalan Poros bukan tanpa hambatan. Salah satu hambatannya yaitu pembuatan sumur bor, dari 4 kali pengeboran yang dilakukan, semuanya mengalami kegagalan. “Terakhir untuk ke 4 kalinya dilakukan pengeboran, justru bikin kaget kita semua, airnya asin keluar sendiri. Kemungkinan ini karena gas,” ujarnya.

Namun lanjut Wisnu, ada kemungkinan pihaknya akan membuat sumur gali di setiap kantor di kawasan landscape 7,5 Jalan Poros itu. “Dari hitungan kita, sisa pembayaran dari perencanaan sumur bor yang diganti sumur gali ini, akan kita alihkan dananya ke item lain. Bisa lapangan, gapura atau item lain yang menjadi fasilitas pendukung lainnya,” tukasnya. (ridi)

Exit mobile version