ADVERTORIAL

TP-PKK PALI Fokus Berdayakan Kaum Perempuan dan Mendukung Pembangunan Daerah

287
a3

PALI I TP-PKK Kabupaten Panukal Abab Lematang Ilir (PALI), sebagai mitra Pemerintah dalam pembangunan daerah telah banyak berperan dalam memperdayakan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat secara umum.

TP-PKK PALI terus fokus melakukan pembinaan dan memotivasi masyarakat Bumi Serpat Serasan untuk berkreativitas menciptakan produk baru. Salah satunya hasil karya warga adalah Batik, kerajinan tangan, ayaman dan produk makanan dan minum sebagai ciri khas Daerah Otonomi Baru (DOB) PALI.

Dibawa kepemimpinan Hj. Sri Kustina Heri Amalindo, ketua TP-PKK PALI, terus melakukan program pelatihan usaha peningkatan pendapatan keluarga (UP2K) dan pembinaan, sehingga masyarakat PALI khususnya kaum perempuan dapat berkreatifitas, berinovasi, untuk tingkatkan pendapatan keluarga, dengan UP2K.

Sejauh ini melalui UP2K sudah menghasilkan produk ciri khas kabupaten Penukal abab lematang ilir dan sudah di pasarkan, diantaranya Dodol Biji Karet yang sudah di kenal di Sumsel bahkan di Propinsi Bangka Belitung (Babel).

“Kalau UP2K, ada dodol biji karet, sirup Rosella, termasuk juga Es krim khas PALI berbagai varian rasa, batik khas PALI, semuanya sudah di pasarkan,” kata Ketua TP- PKK PALI, Hj. Sri Kustina Heri Amalindo.

Untuk kerajinan tangan saat ini TP-PKK PALI memfokuskan melakukan pelatihan terhadap warga desa Tempirai membuat kerajinan tangan berbahan kantong kresek, dengan mendatangkan langsung pembimbing dari pulau Jawa. Dari tangan warga meghasilkan produk bernilai, seperti tas, dompet, renda rajutan dan lain sebagainya berbahan dasar kantong kresek.

“Hasil kerajinan sudah di pasarkan pemesanan melalui Dekranasda. Khusus di Desa Tempirai hampir seluruh ibu-ibu desa Tempirai telah ikut pelatihan dan terlibat,” ujar Istri Bupati PALI,H. Heri Amalindo.

Sementara untuk produk batik TP-PKK terus melakukan pelatihan dan pembinaan kemampuan teknologi industrik batik. Mulai dari belajar ke luar daerah Sumsel dan mendatangkan pembimbing dari pulau jawa. Batik khas PALI sudah cukup di kenal oleh warga Sumsel, dan terus di promosikan untuk lebih dikenal. Baru-baru ini fashion show batik khas PALI ditampilkan di acara Forum Silahturahmi Istri Kepala Daerah (Forsikada) se-Sumatera Selatan di Prabumulih.

Sementara untuk kesehatan masyarakat sambung Sri Kustina, TP-PKK melalui program ber-Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), Posyandu. Desa Raja barat juara 1 tingkat Provinsi PHBS dan Posyandu.

Pihaknya sangat mendukung upaya PHBS, diantaranya adalah pilot project program SMS yaitu Stop Meseng Sembarangan dan di adopsi oleh daerah yang ada di Sumsel.

Selain itu, dalam mendukung Gerakan Masyarakat Sehat atau Germas, TP-PKK PALI juga mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah melalui program HATINYA PKK atau Halaman Asri, Teratur, Indah dan Nyaman. Hasilnya desa Lunas Jaya mewakili Sumsel lomba HATINYA PKK tingkat nasional. Memanfaatkan halaman rumah dengan menanam tanaman obat keluarga (Toga) mendapat juara harapan 1 tingkat nasional.

“Diharapkan program ini akan mempercepat upaya pemerintah meningkatkan akses sanitasi masyarakat, dalam hal ini jamban sehat. Target kita tahun ini 20 desa sudah memiliki jamban sehat. Baru desa Raja yang warganya semua memiliki jamban,” terangnya.

Dunia pendidikan khususnya pendidikan di usia dini, TP-PKK PALI menargetkan satu desa satu PAUD, dan saat ini sudah ada 73 PAUD di Kabupaten PALI.

Tujuanya untuk mencetak generasi berkualitas dan mendukung program Pemkab PALI. Tahun 2017 sudah membuka PAUD terpadu.

“Saat ini sudah mulai penerimaan anak-anak PAUD terpadu tahun ajaran 2017-2018, program PAUD menjadi program prioritas hendaklah didukung semua pihak,” terang istri Sri Kustina.

Dijelaskanya, kedepan untuk meningkatkan pendapatan keluarga pihaknya terus berupaya menggali potensi yang ada di desa-desa, dan terus mengajak masyarakat khususnya ibu-ibu untuk berinovasi menciptakan produk maupun kerajinan yang bernilai asli masyarakat PALI.

“Kita berupaya menggali potensi dan terus melibatkan masyarakat yang trampil dan tidak segan-segan mengirim atau mendatangkan pembimbing, instruktur dari luar daerah,” ungkapnya.(adv)

Exit mobile version