oleh

Sumsel Lakukan Pengujian Rendemen TBS Kelapa Sawit

PALEMBANG | Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui dinas perkebunan  akan akan melakukan pengujian rendemen TBS kelapa sawit.

“Hasil uji rendemen kemudian akan dijadikan sebagai faktor penentu dalam menetapkan harga tandan buah segar (TBS) sawit di Sumsel,”kata Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perkebunan, H.Rudi Arpian Rabu (17/3/2021).

Menurutnya, Rendemen Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) merupakan faktor yang menentukan harga tandan buah segar yang diterima petani sekaligus menentukan tingkat efisiensi pengolahan kelapa sawit.  

Data rendemen tanaman sawit berdasarkan umur tanaman merupakan faktor yang sangat penting yang mempengaruhi pendapatan petani.  

Selain itu data rendemen tanaman sawit yang akurat akan membantu perusahaan memperkirakan efisiensi produksinya.  

Katanya, Data ini juga dapat mendorong petani untuk melakukan peningkatan pemeliharaan tanaman sawit jika ternyata rendemen tanamannya lebih rendah dari rata-rata rendemen tanaman lain pada umur yang sama yang ditanam di sekitarnya. 

“Penetapan rendemen berdasarkan umur dan provinsi merupakan acuan bagi penetapan harga tandan buah segar dari perkebunan kelapa sawit yang dikembangkan dengan pola inti-plasma,”ujarnya.

Ditambahkannya, Teknik budidaya tanaman kelapa sawit juga semakin berkembang termasuk ketersediaan bibit unggul, serta variasi kondisi antar daerah penghasil kelapa sawit yang menyebabkan rendemen sawit juga berubah.

Ditambahkannya lagi, Sesuai amanat yang tercantum dalam Permentan No. 01 Tahun 2018 tentang Pedoman Penetapan Harga Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Pekebun pada Pasal 11  Ayat 1 bahwa rendemen CPO dan PK dievaluasi secara periodik paling kurang 1 (satu) kali dalam 5 (lima) tahun sedangkan rendemen CPO dan PK Sumatera Selatan terakhir ditetapkan pada tahun 2010.

“Saat ini kita sedang menjajaki kerjasama dengan Sucofindo atau pun IPB, kita liat kesiapan terkait Covid-19, untuk tahun 2010 kemarin kita kerjasama dengan lab IPB,”ungkapnya seraya berkata uji rendemen CPO dan PK Provinsi Sumatera Selatan yang sudah lebih dari 10 tahun belum pernah dievaluasi.

Rudi mengatakan, penetapan rendemen Crude Palm Oil (CPO) dan Palm Kernel (PK) sangat penting sebagai acuan dalam menentukan harga tandan buah segar yang diterima petani sekaligus menentukan tingkat efisiensi pengolahan kelapa sawit. 

“Dibawah kepemimpinan Gubernur Sumsel Herman Deru dan Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya, sektor perkebunan turut memberikan kontribusi positif di tengah melemahnya perekonomian akibat Pandemi Covid-19,”ujarnya.

Sektor perkebunan menjadi salah satu sektor penopang perekonomian. Bahkan, nilai ekspor dari sektor perkebunan paling besar diantara sektor non migas lainnya.

Hal ini tak lain berkat berbagai inovasi serta kebijakan yang diterapkan. Sehingga, sektor perkebunan Sumsel masih bisa bertahan di tengah situasi Pandemi.

“Kebijakan Gubernur Sumsel dengan melakukan uji rendemen CPO dan PK Provinsi Sumatera Selatan dapat mempengaruhi pendapatan petani dan berdampak langsung terhadap kesejahteraannya,”tutup Rudi. (Rel)

Komentar

Berita Lainnya