Medan jalan seperti itu, sangat membahayakan para pengguna jalan. Menurut warga setempat jalan rusak akibat dilintasi kendaraan melebihi tonase, seperti kendaraan angkutan truk batubara dan lainnya.
“Sudah lama jalan, itu dibiarkan rusak, berlubang, lihat saja jalan itu ada yang menjukul ke atas dan berlubang, jalan itu, sangat membahayakan sekali untuk pengguna jalan,” keluh, Suparlan, ketika melintas di jalan tersebut, Selasa (1/11).
Dia mengatakan, awal jalan itu, hanya beranjak ke bawah. Namun, lama kelamaan jalan tersebut belubang ditambah genangan air serta dilintasi truk muatan batubara membuat jalan rusak parah.
Ia berharap agar pemerintah mengambil tindakan tegas untuk mengalihkan truk batubara melintas ke jalan khusus bukan jalan umum seperti saat ini.
“Diperpanjang izin batubara melintas lagi, membuat jalan kami cepat hancur, muatan batubara katanya lebih dari 13 ton, itu mencapai ribuan truk batubara yang lewat, pantas saja jalan cepat hancur,” kesal Suparlan.
Sementara itu, sekretaris komisi 1 DPRD Sudarmi, ST mengatakan, pihaknya sangat tidak setuju, truk batubara melintas di jalan umum. Namun, fakta saat ini, truk batubara bebas melintas di jalan umum, setelah izinnya transportir angkutan batubara diperpanjang.
Padahal, kondisi di lapangan banyak warga yang menolak truk batubara melintas di jalan umum, hal ini sudah terbukti dampak batubara yang melintas jalan umum secara berlebihan dan bertonase berat.
“Kalau kita sudah dari dulu, menolak truk batubara melintas di jalan umum, ya alasan kita karena itu, tadi jalan cepat rusak, menghambat aktivitas warga dan dampak negatif lainnya,” kata ketua DPD Partai NasDem PALI. (adn)
