oleh

Sebanyak 5.038 Siswa di Ogan Ilir Ikuti Ujian Nasional

UNINDERALAYA I Dinas Pendidikan Ogan Ilir mencatat ada sekitar 5.038 siswa dan siswi baik SMA, Madrasah Aliyah (MA), SMK, dan Pendidikan Kelompok Belajar Mengajar (PKBM) baik negeri dan swasta yang ada di Kabupaten Ogan Ilir (OI) bersiap melangsungkan Ujian Nasional (UN). UN baik berbasis komputerisasi maupun berbasis kertas akan dilakukan hari ini 4 hingga 6 April mendatang.

Kepala Dinas Pendidikan OI H Sidharta melalui Kasi Kurikulum Disdik OI Marsudi menegaskan bahwa jumlah siswa sebanyak 5.038 itu tersebar di 69 sekolah dan kelompok belajar yang berada di 16 kecamatan dalam Kabupaten OI.

“Ada ‎sebanyak 102 koli naskah soal UN SMA/SMK/MA, termasuk naskah soal UN paket C sudah beberapa hari lalu tiba di Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten OI. Alhamdulillah keesokan harinya juga langsung diserahkan ke lima subrayon yang ada dengan mendapat pengawalan ketat dari kepolisian,”ujar Kasi Kurikulum Disdik OI Marsudi.

Menurut dia, adapun sub rayon 1 Tanjung Raja sebanyak 21 koli, sub rayon II Indralaya sebanyak 16 koli, sub rayon III Tanjung Batu sebanyak 21 koli, sub rayon IV MAN Sakatiga sebanyak 29 koli, dan subrayon 1 SMK Indralaya Utara sebanyak 11 koli.

Dia mengklaim naskah soal tersebut dipastikan hanya bermalam satu hari di sub rayon-sub rayon dengan pengawalan ketat dari kepolisian. Naskah soal itu pun baru dapat diambil pihak sekolah pada hari pelaksanaan UN berlangsung.

“Untuk pelaksanaan UN berbasis komputer memang belum sepenuhnya dapat dilaksanakan di tiap-tiap sekolah maupun tiap jenjangnya. Pelaksanaan UN berbasis komputer baru bisa diterapkan di 5 sekolah yakni SMAN 1 Indralaya Utara, SMK 1 Indralaya Utara, SMA 1 Indralaya Selatan, SMK 1 Indralaya Selatan dan SMA IT Ponpes Raudhatul Ulum. Sedangkan SMA lainnya masih melaksanakan UN berbasis kertas,”jelasnya.‎

Dia mengaku kalau UN berbasis komputer terlihat lebih berintegritas dan professional ketimbang UN secara konvensional dengan tingkat margin errornya lebih kecil. Bahkan dari hasil gladi bersih dan simulasi tingkat errornya hanya 0,7%.

Dengan rendahnya tingkat error tersebut, pihaknya menjamin tidaka danya kebocoran soal dalam pelaksanaan UN tahun ini.

“Untuk  jawaban soal UN berbasis komputer secara online langsung terkirim ke Balitbang Puspendik Kementrian Pendidikan pusat. Sedangkan untuk UN berbasis kertas lembaran jawaban (LJK) dari sekolah pada hari itu juga langsung dikirim ke sub rayon dan diteruskan ke rayon yang ada di Kantor Dinas Pendidikan OI dan selanjutnya diteruskan ke Balitek Unsri untuk diperiksa,”terangnya.

Dia berharap para siswa dan siswi dapat belajar giat sehingga soal-soal pada pelaksanaan UN dapat terjawab dengan lancar. (ST)

Komentar

Berita Lainnya